Laporkan Masalah

Analisis penerapan konsep bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Tahitian Noni International

SOEDIONO, Jhudi Bonosari, Dr. Sampurno, MBA., Apt

2009 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Dewasa ini penggunaan obat herbal cenderung terus meningkat, baik di negara sedang berkembang maupun di negara-negara maju. Peningkatan penggunaan obat herbal ini mempunyai dua dimensi penting yaitu aspek medik terkait dengan penggunaannya yang sangat luas di dunia, dan aspek ekonomi terkait dengan nilai tambah yang mempunyai makna pada perekonomian rakyat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Tahitian Noni International di Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan survey, dengan menyebarkan kuesioner kepada 220 konsumen (responden) Tahitian Noni International di Yogyakarta, dan wawancara kepada IPC (Independent Product Consultant). Uji validasi dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan analisis faktor. Analisis data untuk mengetahui pengaruh komponen bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen digunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda yang diolah melalui SPSS versi 16.0. Hasil penelitian yang didapatkan melalui analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa masing-masing komponen bauran pemasaran yang meliputi produk (t hitung = 7,229 (R²=19,3%)), harga (t hitung = 3,188 (R²=4,5%)), distribusi (t hitung =7,195 (R²=19,2%)), dan promosi (t hitung = 2,163 (R²=2,1%)) berpengaruh positif (+) terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Tahitian Noni International di Yogyakarta. Sedangkan pada analisis regresi berganda menunjukkan bahwa komponen bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, distribusi, dan promosi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk Tahitian Noni International di Yogyakarta ditunjukkan oleh nilai F hitung =21,279 (R²= 28,4%) dan signifikansi 0,000. Untuk produk, harga, dan distribusi memberikan pengaruh positif (+) sedangkan promosi memberikan pengaruh negatif (-).

Nowadays the use of herbal medicine tends to increase, in developing countries and developed countries as well. The increasing in the use of herbal medicine has 2 important dimensions that is medical aspect related to the wide use of it in the world, and economical aspect related to added value that have contribution to people’s economic matter. This research aimed to know the influence of marketing mix to the consumer buying decision of Tahitian Noni International’s product at Yogyakarta. The research was undertaken by survey through distribution of questionnaire to 220 Tahitian Noni International’s consumers (respondents) at Yogyakarta, and interview with IPC (Independent Product Consultant). Validity and reliability tests were undertaken through the use of factor analysis. Data analysis to discover the influence of marketing mix components to the consumer buying decision was used simple regression analysis and multiple regression analysis which processed using SPSS version 16.0. The result obtained from simple regression analysis shows that each component of marketing mix including product (t value = 7,229 (R²=19,3%)), price (t value = 3,188 (R²=4,5%)), distribution (t value =7,195 (R²=19,2%)), and promotion (t value = 2,163 (R²=2,1%)) has positive influences to the consumer buying decision of Tahitian Noni International’s product at Yogyakarta. On the other hand, multiple regression analysis shows that component of marketing mix including product, price, distribution, and promotion are together influence the consumer buying decision of Tahitian Noni International’s product at Yogyakarta, in case show that F value =21,279 (R²= 28,4%) and signification 0,000. Product, price, and distribution give positive (+) influence while promotion give negative (-) influence.

Kata Kunci : Bauran pemasaran,Keputusan pembelian konsumen,Tahitan Noni International,marketing mix, consumer buying decision, Tahitian Noni International


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.