Agrowisata salak pondoh sebagai daya tarik pariwisata di Desa Wisata Garongan
BURYANINGSIH, Harti, Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister Kajian PariwisataDesa Wisata Garongan merupakan kawasan wisata yang mengandalkan potensi atraksi alam dengan lanskape lahan salak pondoh sebagai daya tarik wisata. Pengembangan pariwisata di harapkan dapat memberikan kesejahteraan sebagai pendapatan kedua setelah pertanian dan perikanan, namun rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengelola desa wisata menjadikan desa wisata Garongan tidak berkembang sesuai harapan masyarakat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sosial, ekonomi, dan demografi wisatawan di kawasan agrowisata salak pondoh dan bagaimana cara pengembangan agrowisata salak pondoh. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis SWOT. Pengumpulan data primer melalui kuesioner kepada wisatawan nusantara yang berkunjung ke obyek desa wisata Garongan dan observasi langsung untuk mengetahui data fisik dan non fisik berupa kualitas obyek dan pelayanan kepada wisatawan. Data sekunder berupa monografi dusun, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sleman Dalam Angka. Pengumpulan data dengan metode accidental sampling, jumlah sampel sebesar 55 responden. Hasil analisis menunjukan bahwa agrowisata salak pondoh di Desa Wisata Garongan sebagai wisata keluarga dengan tujuan menikmati keindahan alam dan rekreasi oleh wisatawan yang berasal dari kabupaten Sleman dan sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta. Potensi yang terdapat di desa wisata Garongan selain lanskape lahan salak pondoh, kolam ikan air tawar, arena pemancingan keluarga dengan hawa sejuk, sungai sempor dan camping graound berlatar belakang Gunung Merapi. Pendapat wisatawan mengenai fasilitas akomodasi, kualitas obyek maupun transportasi umum menyatakan baik, sehingga wisatawan punya keinginan kembali untuk melakukan kunjungan ulang (repeater). Jenis arahan pengembangan menjaring wisatawan dari luar Kabupaten Sleman dengan promosi dan bekerjasama dengan destinasi wisata disekitar, meningkatkan pelatihan dan kursus pada masyarakat tentang pemahaman pariwisata.
Garongan tourism village is tourism area which relies on natural attractiveness potency with sallaka edulis renw cv pondoh fruit landscape as tourism attraction. Tourism development is expected to give prosperity as second income after agriculture and fishery; however the lack of capability of the society in managing tourism village made Garongan tourism village did not develop as was expected. Therefore, this research is intended to analyze the characteristics of social, economy, and demography of the tourists and to observe how to develop the potency of pondoh salak fruit agrotourism. The method in this research is descriptive with SWOT analysis. Data gathering is by giving questionnaire to the domestic tourists who visit Garongan tourism village and direct observation to know data of the object quality and service to the tourists. The secondary data is monograph number of the hamlets, Sleman regency tourism official. Data gathering by accidental sampling method, number of sample is 55 respondents. The result of the analysis shows that pondoh salak fruit agrotourism Garongan village as family tourism for enjoying the natural beauty and recreation by the tourist from Sleman and around Daerah Istimewa Yogyakarta. The potencies of this tourism village are also including salak pondoh fruit landscape, bream pond, fresh breeze family fishing arena, Sempor River and camping ground with Merapi mountain background. The tourists said about the accommodation facility, object quality or public transportation is good. It makes they have the desire to revisit (repeaters). The kind of guidance is to develop tourism attraction from outside Sleman regency by promotion and cooperation with tourism destination around. It can be also improve training and course for society about tourism comprehension.
Kata Kunci : Agrowisata salak pondoh,Desa Wisata Garongan, Salak Pondoh Fruit Agrotourism, Garongan Tourism Village