Pergeseran nilai-nilai budaya Minangkabau dalam Novel Bulan Susut karya Ismet Fanany :: Kajian sosiologi sastra
ZULFADHLI, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum
2009 | Tesis | S2 SastraLatar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena sosial masyarakat Minangkabau yang diungkapkan dalam novel Bulan Susut karya Ismet Fanany, khususnya berkaitan dengan terjadinya pergeseran terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau dalam novel Bulan Susut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kondisi sosial masyarakat Minangkabau yang diungkapkan dalam novel Bulan Susut. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkapkan berbagai bentuk pergeseran dan faktor penyebab terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya Minangkabau dalam novel Bulan Susut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan karya sastra (novel) sebagai data utama. Untuk mengkaji masalah dalam penelitian ini digunakan teori sosiologi sastra yang mengacu kepada sastra merupakan refleksi sosial dari masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk pergeseran terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau dalam novel Bulan Susut, yaitu berkaitan dengan pelaksanaan “adat bersandi syara’, syara’ bersandi kitabullahâ€, mamak tidak lagi menjadi panutan bagi keluarga, penghulu tidak lagi menjadi panutan bagi masyarakat, dan pudarnya pesona bundo kanduang sebagai perempuan Minangkabau. Terjadinya berbagai bentuk pergeseran terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau dalam novel Bulan Susut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pengaruh lingkungan sosial, perubahan sistem kepemimpinan dalam masyarakat, dan semakin kuatnya peran ayah dalam keluarga
Ismet Fanany’s novel Bulan Susut presents social phenomena of Minangkabau society, related particularly to friction on Minangkabau cultural values. Based on the background, this research aimed to discover social condition of Minangkabau society presented in novel Bulan Susut. In addition, this research was also to present some frictions and factors influencing the friction of Minangkabau cultural values in novel Bulan Susut. It was descriptive qualitative research using literary work (novel) as main data. This research used literary sociology theory referring to literature as social reflection of society. Result indicated that there are some frictions on Minangkabau cultural values in novel Bulan Susut. The frictions were related to the “adat bersandi syara’, syara’ bersandi kitabullah†performance, mamak not being considered as guiding figure for family, penghulu not being considered as guiding figure for community, and fading enchantment of bundo kanduang as Minangkabau woman. The friction in Minangkabau cultural values in novel Bulan Susut is caused by some factors such as social environment, the changing of leadership system in society, and the much stronger of father’s roles in family.
Kata Kunci : Pergeseran,Nilai budaya,Minangkabau, friction, cultural value, Minangkabau