Spiritualisme kritis dalam Novel Bilangan Fu karya Ayu Utami analisis dialogis
ADINDA, Wisnu, Dr. Kun Zachrun Istanti
2009 | Tesis | S2 SastraPenelitian ini bertujuan mengungkapkan makna konsep spiritualisme kritis dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami menggunakan teori dialogis. Penelitian ditujukan untuk menganalisis konsep spiritualisme kritis dalam novel tersebut, dengan mempertimbangkan hal-hal yang melatarbelakangi fenomena kemunculannya dalam latar cerita berkonteks multikultural. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, yaitu metode penelitian yang bertujuan mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena tertentu dalam suatu latar yang berkonteks khusus, dengan memusatkan perhatian pada data dalam hubungannya dengan konteks keberadaannya. Selanjutnya hasil penelitian disampaikan secara deskriptif dalam bentuk uraian yang relatif rinci dan selengkap mungkin. Hasil penelitian menunjukkan, permasalahan spiritualisme kritis dalam BF secara konseptual sebenarnya telah diinformasikan melalui laku kritik dalam Saman dan Larung. Munculnya konsep spiritualisme kritis dalam BF dipicu oleh perbedaan paham mengenai konsep “kebenaran†antara penganut monoteisme dan politeisme, khususnya “kebenaran†tentang sifat-sifat ketuhanan. Permasalahan menjadi semakin rumit ketika para penganut monoteisme yang fanatik mempergunakan cara-cara kekerasan untuk memaksakan “kebenaran†versi agama yang dianutnya dan melecehkan “kebenaran†kepercayaan yang lain. Sikap fanatik semacam ini pada akhirnya menimbulkan sikap anti-liyan. Kesamaan pandangan antara monoteisme dengan modernisme menyebabkan mereka bersekutu untuk memerangi tahayul yang mereka anggap sebagai kisah-kisah khayali yang tak lebih dari dongeng isapan jempol semata. Bahkan, untuk mempertahankan “kebenaran†mereka, kaum modernis-monoteis tidak segan-segan menggunakan cara-cara kekerasan yang identik cara-cara militer, sehingga monoteisme, modernisme, dan militerisme dicap sebagai tiga serangkai perusak bumi. Berawal dari peristiwa ini maka lahirlah istilah 3M. Berbagai bentuk kekerasan muncul dan berawal dari permasalahan “kebenaran†dalam dunia spiritualisme, oleh karenanya harus disikapi secara kritis melalui pendekatan spiritualisme juga. Pendekatan tersebut dilakukan melalui upaya tertentu yang disebut dengan laku kritik. Sikap kritis terhadap permasalahan spiritualisme inilah yang dikenal dengan konsep spiritualisme kritis, yaitu sikap berani mengritisi “kebenaran†yang dibawa oleh semua agama tanpa menimbulkan sikap anti kepada yang lain. Kebenaran adalah misteri, yang jawabannya tak akan pernah terpegang. Sebab jika jawabannya terpegang ia bukan lagi misteri, akan tetapi telah berubah menjadi teka-teki. Kebenaran adanya di langit dan harus disangga agar jangan sampai jatuh ke bumi, sebab jika ia sampai jatuh ke bumi hanya akan menjelma menjadi kekuasaan
This study aims to reveal the meaning of the concept of spiritualisme kritis in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami, using dialogical theory. The study aimed to analyze the concept of spiritualisme kritis in the novel, taking into account the things that lay behind the phenomenon of emergence in a multicultural setting of contextual story. Research conducted with qualitative research methods, the research method that aims to seek and find meaning or understanding of a particular phenomenon in a particular contextual background, with a focus on the data in relation to the context of its existence. The result presented in descriptive research in the form of a relatively detailed description and was as complete as possible. The result showed that the issue of spiritualisme kritis in BF conceptually has been informed through laku kritik in Saman and Larung. The emergence of the concept of spiritualisme kritis in BF was triggered by a disagreement about the concept of "truth" version between the adherents of monotheism and polytheism, especially the "truth" about the nature of divinity. The problem becomes more complicated when the fanatical adherents of monotheism to use violent means to enforce the "truth" version of their religion and insulting "truth" of other faiths. Such fanaticism ultimately led to anti-others (anti-liyan). The similarity between the monotheistic views and modernism led to their alliance to fight superstition which they regard as fictional stories, no more than mere fiction tales. In fact, to maintain their "truth" version, the modernists-monotheists do not hesitate to use violent means identical with military means, so that monotheism, modernism and militarism, was branded as a destroyer of the earth triad. Starting from this event so was born the term 3M. Various forms of violence emerged and started from the problem "truth" in the world of spiritualism, therefore it must be critically addressed through spiritualism approach too. The approach was made through a particular effort, called the laku kritik. This critical attitude to the issue of spiritualism is known as the concept of spiritualisme kritis, which means dare to criticize the "truth" which is carried by all religions without causing anti stance toward the other. Truth is a mystery, the answer will never be held. Being that if the answer is held, it is no longer mystery, but has turned into a puzzle. Truth is on sky and should be supported in order not to fall into the earth, because if he had to fall to earth, it will be transformed only into power.
Kata Kunci : 3M,BF,Laku kritik,Spiritualisme kritis