International diversification in four Asean stock markets :: An analysis of Asean linkage board
OSTARYO, Rio, Suad Husnan, Dr., MBA
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenRencana pembentukan ASEAN linkage board di tahun 2010 diperkirakan dapat memberikan lebih banyak keuntungan bagi investor Indonesia di dalam menginvestasikan kekayaan mereka di pasar modal, karena para investor tersebut mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk melakukan diversifikasi internasional. Dengan terbentuknya ASEAN linkage board, biaya transaksi untuk memperoleh saham-saham di empat negara ASEAN: Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia akan menjadi lebih rendah, sehingga memberikan lebih banyak kemudahan bagi investor Indonesia untuk membentuk portofolio saham-saham internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keuntungan potensial dari diversifikasi internasional di empat pasar modal ASEAN: Indonesia, Thailand, Singapura, dan Malaysia ditinjau dari sudut pandang investor Indonesia dan untuk mengetahui kekurangan-keurangan dari diversifikasi tersebut. Keuntungan potensial dari diversifikasi internasional diidentifikasi dengan menghitung rasio Sharpe atas portofolio optimal yang dibentuk menggunakan indeks pasar di setiap negara selama periode Januari 2002 – Desember 2007. Kemudian rasio tersebut akan dibandingkan dengan rata-rata rasio Sharpe dari 20 portofolio yang dibentuk dari saham-saham individu yang dipilih secara acak, untuk menentukan portofolio mana yang menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa keuntungan dari diversifikasi international secara signifikan lebih besar dari keuntungan diversifikasi domestik di pasar modal Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa rencana pembentukan ASEAN linkage board akan menguntukan bagi investor Indonesia. Selain itu, terdapat juga beberapa kekurangan yang dapat saja muncul seiring dengan pembentukan ASEAN linkage board: capital outflow akan meningkat, pasar saham domestik menjadi tidak liquid, dan pembatalan investasi dalam jumlah besar yang dilakukan investor asing di pasar modal Indonesia akan berdampak negatif terhadap harga saham..
The plan of establishing the ASEAN linkage board in 2010 is perceived can give more gains for the Indonesian investors in investing on stock markets because it will give more chance for them to do stocks diversification internationally. By implementing that electronic trading system, the transaction cost of buying stocks in other four ASEAN stock markets: Thailand, Singapore, Philippine, and Malaysia will decrease, which will in turn give more ease for the Indonesian investors to form international stock portfolios. The aims of this research are to identify the potential gain of international diversification in four ASEAN stock markets: Indonesia, Thailand, Singapore, and Malaysia from the Indonesian perspective and to recognize the drawbacks in such diversification. The potential gains of international diversification are identified by computing the Sharpe ratio of the optimal portfolio using the stock market indexes from each country during period of January 2002 – December 2007. Then, this ratio will be compared with the average Sharpe ratio of twenty different domestic stock portfolios selected randomly in order to determine which portfolio yields greater gains. The result indicates that the gain of international diversification is significantly greater than that of domestic diversification in Indonesian stock market. This means that the plan of establishing the ASEAN linkage board will be beneficial for the Indonesian investors. Besides, this research also found several drawbacks may rise along with the establishment of the ASEAN linkage board: the capital outflow would increase, the market of domestic stocks would be illiquid, and the cancellation of a big investment in Indonesian stock market which is done by a foreign investor would affect the stock price negatively.
Kata Kunci : Stock portfolio,Stock diversification,International portfolio,International diversification,ASEAN linkage board,Sharpe ratio