Perbandingan antara metode standar deviasi dan EWMA dalam menghitung value at risk nilai tukar :: Studi kasus PT Bank XYZ
WIKANTHOMO, Suryo, Irwan Taufik Ritonga, SE., M.Bus
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode perhitungan Value at Risk antara standar deviasi (Equally Weigted) dan Exponentially Weighted Moving Average (EWMA). Perhitungan Value at Risk atas posisi devisa netto di PT. Bank XYZ saat ini masih menggunakan metode standar deviasi, sehingga dengan membandingkan dengan metode lain, yaitu khususnya EWMA, diharapkan dapat memberikan masukan bagi PT. Bank XYZ metode mana yang dapat memberikan pengukuran yang lebih valid dan akurat. Metode yang valid dan akurat ditentukan berdasarkan hasil Trading Outcome backtesting yaitu menggunakan realisasi Profit/Loss sebagai pembanding terhadap nilai estimasi VaR. Metode VaR dapat dikatakan akurat apabila banyaknya titik data realisasi P/L yang melebihi nilai estimasi VaR-nya tidak melebihi 1% dari keseluruhan titik data, untuk VaR dengan confidence level 99%. Backtesting ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan menggunakan data yang terbaru selama 250 trading days. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan VaR harian nilai tukar dengan pendekatan Standar Deviasi, mengindikasikan bahwa untuk nilai tukar USD dan SGD tidak ada permasalahan dalam kualitas dan akurasi model. Sedangkan untuk nilai tukar EUR, JPY, dan CHF mengindikasikan bahwa hasil backtesting dapat menimbulkan keraguan terhadap kualitas model, namun belum ada kesimpulan yang pasti. Untuk nilai tukar GBP mengindikasikan adanya permasalahan dalam model internal bank. Hasil perhitungan VaR harian nilai tukar dengan pendekatan EWMA, mengindikasikan bahwa seluruh nilai tukar yang diteliti, kecuali GBP, tidak memiliki permasalahan dalam kualitas dan akurasi model. Hasil penelitian untuk nilai tukar GBP mengindikasikan hasil bahwa backtesting dapat menimbulkan keraguan terhadap kualitas model, namun belum ada kesimpulan yang pasti. Hasil perhitungan VaR harian Portfolio, dengan pendekatan Standar Deviasi mengindikasikan bahwa hasil backtesting dapat menimbulkan keraguan terhadap kualitas model, namun belum ada kesimpulan yang pasti. Uji validasi VaR harian portfolio dengan pendekatan EWMA mengindikasikan bahwa tidak terdapat permasalahan dalam kualitas dan akurasi model, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan EWMA yang digunakan untuk melakukan forecasting volatilitas portofolio memberikan hasil yang akurat
This research is aimed to compare the methods used for calculating Value at Risk between standard deviation (Equally Weigted) dan Exponentially Weighted Moving Average (EWMA). Value at Risk (VaR) for the net open position (NOP) of foreign exchange in PT. Bank XYZ nowadays is still using the standard deviation method, so that by comparing with other methods, particularly EWMA, is expected to provide input for PT. Bank XZY which method can provide a more valid and accurate measurement. An accurate and valid method is determined based on the results of the Trading Outcome Backtesting, using realization of Profit / Loss as a comparison to the estimated VaR. A VaR method can be claimed accurate if the number of data points for the realization of P / L which exceeds the estimated VaR is not more than 1% of the total data points, for the VaR with 99% confidence level. Backtesting is conducted once every 3 months using the latest data for 250 trading days. The results showed that the calculation of the foreign exchange daily VaR using standard deviation methods, indicates that for USD and SGD the quality and accuracy of the model is valid. While for EUR, JPY, and CHF, the backtesting indicates that the results may cast doubt on the quality of the model, but no definitive conclusions yet. For the GBP indicates that there is a problem in the bank's internal models. The results of the calculation of the foreign exchange daily VaR using EWMA methods, indicates that all the studied exchange rates, except GBP, do not have problems in the quality and accuracy of the model. The result for the GBP indicates that from the backtesting results, may cast doubt on the quality of the model, but no definitive conclusions yet. The results of the calculation of daily VaR Portfolio using standard deviation methods indicates that the backtesting results may cast doubt on the quality of the model, but no definitive conclusions yet, while with EWMA methods indicates that there are no problems in the quality and accuracy of the model, so it can be concluded also that the EWMA approach used for forecasting volatility of a portfolio can give accurate results.
Kata Kunci : Value at risk,Metode standar deviasi,Metode EWMA,Posisi devisa netto,Trading outcome backtesting, Value at Risk, the standard deviation method, EWMA method, net open position, trading outcome backtesting