Laporkan Masalah

Analisis struktur modal PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II setelah berlakunya UU Pelayaran No 17 Tahun 2008

LAKSONO, Singgih Dwi, Sukmawati Sukamulja, Prof., Dr

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Sebagai dampak dari diterapkannya Undang Undang Pelayaran Nomor 17 tahun 2008 , saat ini PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mempunyai kesempatan untuk mengatur strategi untuk mengubah pola pengelolaan kepelabuhanan di masa datang. Kebutuhan investasi yang sangat tinggi dimasa datang akan mempengaruhi keputusan pendanaan. Keinginan manajemen untuk membangun proyek dengan didanai oleh pihak swasta dengan konsep keuangan proyek atas dasar non-resource dimana pembayaran hutang hanya didasarkan dari arus kas proyek. Meski pendanaan berasal dari modal pinjaman namun tingkat leverage diharapkan dapat memaksimalkan pencapaian labanya. Pertanyaannya, apakah struktur modal PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) saat ini sudah berada pada tingkat yang optimal atau belum, karena keputusan untuk menambah dana dari pasar modal akan mempengarui struktur modal dan akan berpengaruh pada nilai dan biaya modal perusahaan. Dari penelitian terhadap struktur modal PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dalam 10 tahun ke belakang dengan menggunakan pendekatan Tradisional dan Modigliani dan Miller diperoleh gambaran bahwa struktur modal yang memberikan nilai perusahaan yang paling tinggi dan biaya modal yang paling rendah adalah pada tingkat rasio hutang terhadap total harta 15% sampai dengan 16%. Simulasi dengan menggunakan pendekatan tradisional juga memberikan gambaran rasio yang mendekati.

As a effect of shipping law no.17 year 2008 implementation, now PT Port of Indonesian II (Persero) has a chance to arrange strategic for change form a pattern management harbor affairs in the future. Advance need investment in the future wil affect decision funding. Management have a desire to building project with company private with concept financing project basis non resource debt is paid only basis cash flow project. Although funding come from loan but leverage expected maximalization achieve profit. The question, whether current PT Port of Indonesian II (Persero) capital structure has already been in optiman level or not. Because decision to adding fund from capital market will affect capital structure and will affect in value and cost of equity company. The empirical evidence from PT Port of Indonesian II (Persero) past 10 years data, using traditional approach and Modigliani and Miller proposition approach, gave initial indication that optimal capital structure that can maximize firm value and minimized cost of capital , is a range of 15% to 16% debt to asset ratio. Simulation with using traditional approach give description ratio

Kata Kunci : Struktur modal optimal,Memaksimalkan nilai perusahaan,Meminimalkan WACC, Optimal Capital Structure; Maximizing Firm Value, Minimizing WACC


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.