Laporkan Masalah

Analisis penilaian investasi rencana pembangunan jalan tol :: Studi kasus pada koridor Pelabuhan Batu Ampar-Kawasan Industri Muka Kuning Bandara Hang Nadim di Pulau Batam

RIYANTO, Wahyu, Boyke Rudy Purnomo,

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Cukup tingginya angka pertumbuhan penduduk dan ekonomi di Pulau Batam, secara tidak langsung membutuhkan prasarana jalan yang memadai. Salah satu koridor ruas jalan yang penting di pulau ini adalah koridor yang menghubungkan antara Pelabuhan Batu Ampar dengan Kawasan Industri Muka Kuning serta Bandara Hang Nadim, koridor ini merupakan urat nadi perekonomian di Pulau Batam. Guna mencegah permasalahan lalulintas dimasa akan datang maka pihak otoritas setempat dalam hal ini Badan Otorita Batam telah melakukan kajian rencana pembangunan jalan tol pada koridor tersebut dengan hasil tidak layak. Merujuk dari penilaian yang pernah dilakukan sebelumnya dirasa kurang mewakili unsur-unsur dalam penilaian sebuah investasi, maka peneliti tertarik untuk menganalisisnya dengan tujuan untuk menilai kembali kelayakan investasi pada rencana pembangunan jalan tol di koridor tersebut dengan menggunakan tambahan penilaian investasi selain model Discount Cash Flow (DCF) yaitu model real options yang tetap mengacu pada teori manajemen keuangan sehingga dapat menjadi kontribusi baik kepada pihak otoritas setempat maupun akademisi. Proses analisis data dalam penelitian ini dimulai dari tahapan proyeksi pengeluaran dan pemasukan dengan harapan menghasilkan penilaian yang mutlak terhadap metoda yang umum digunakan dalam penilaian kelayakan investasi seperti: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI). Dasar perhitungan tersebut selain dapat digunakan sebagai penentuan investasi juga dapat digunakan sebagai dasar penghitungan model penilaian investasi model real options. Rencana pendanaan yang diharapkan oleh pihak otoritas setempat adalah model sistem kontrak bangun, operasikan dan transfer (BOT) dengan masa konsensi yang telah ditentukan selama 20 tahun. Penilaian aspek kelayakan investasi pada studi ini dianalisis menjadi dua skenario pengguna jalan tol yang terbagi dalam skenario permintaan rendah dan permintaan tinggi, adapun skenario permintaan rendah merupakan skenario dasar dari perhitungan penilaian investasi ini. Dari kedua skenario tersebut serta dua model penilaian investasi yang dilakukan pada masing-masing skenario menghasilkan negatif sehingga dapat disimpulkan bahwa rencana pembangunan jalan tol ini masih tetap belum layak untuk dilaksanakan termasuk apabila dilakukan penundaan waktu investasi selama 5 tahun kedepan

A relatively high increase of population and economic growth in Batam Island indirectly requires an adequate road infrastructure. One of the main road corridors in this island is the corridor connecting Batu Ampar Harbor with Muka Kuning industrial area as well as connecting with Hang Nadim Airport. This corridor is the central point in Batam’s economy. In order to avoid traffic problems in the future, local authority in this case Batam Industrial Development Authority (BIDA) has done a research on the plan of building a freeway on that corridor with inadequate result. Referring to the previous evaluation, it is felt as lacking of components in investment appraisal. Therefore, the researcher is interested to analyze the investment feasibility of this plan on building a freeway with an objective to revaluate the investment feasibility of the plan using the additional investment valuation besides the Discounted Cash Flow model, which is Real Options model. The Real Options model still refers to financial management theory, thus it can be a good contribution toward the local authority as well as the academicians. Data analysi s process in this research includes several steps, which are expenditure projection step and income projection step with expectation of providing an absolute valuation on the common method used in investment feasibility valuation such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Profitability Index (PI). These basic valuations other than are able to be used as investment decision also able to be used in the valuation of investment feasibility on the Real Options model. The local authority expects a financing plan model of build operate and transfer (BOT) contract system with a determined concession period of 20 years. The investment feasibility valuation in this study is analyzed in two scenarios of freeway users, low demand scenario and high demand scenario. Low demand scenario is the basic scenario from this investment valuation. From the two models of investment valuation carried on each scenario, it resulted in negative value. Thus, it can concluded that this plan on building freeway is still considered as not feasible to be implemented even though the investment is postponed for the next five years.

Kata Kunci : Investasi,Discounted cash flow,Real options,Net present value,Internal rate of return,Profitability index, Investment, Discounted Cash Flow (DCF), Real Options, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Profitability Index (PI).


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.