Pengaruh integritas kepuasan kerja dan keberanian karyawan pada minat karyawan untuk berinovasi
YUZAL, Syafri, Tur Nastiti, SE., M.Si
2009 | Tesis | S2 Magister ManajemenPersaingan bisnis yang semakin ketat saat ini memaksa perusahaan untuk mendapatkan sebuah reputasi baik sebagai pembeda dengan pesaing lain. Salah satu pembentuk reputasi baik tersebut adalah perusahaan harus menjadi pemimpin pasar yang inovatif. Dibutuhkan knowledge-based worker untuk menciptakan produk dan layanan yang adaptif mengikuti dinamika pasar. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor pendorong minat karyawan untuk berinovasi. Chun (2006) mengatakan integritas, kepuasan kerja, dan keberanian karyawan mempunyai pengaruh positif dalam mendorong minat karyawan untuk berinovasi di dalam perusahaan. 40 karyawan dari perusahaan bidang teknologi informasi dan komunikasi, PT XYZ, yang telah bekerja selama lebih dari 1 tahun dipilih menjadi sampel penelitian. Hasil deskripsi penelitian menyimpulkan bahwa seluruh karyawan tersebut mempunyai minat berinovasi, integritas, kepuasan kerja, dan keberanian yang tinggi. Namun, hasil uji hipotesis menyatakan bahwa hanya variabel kepuasan kerja yang mempunyai pengaruh positif pada minat karyawan berinovasi. Karyawan yang puas akan mempunyai komitmen yang tinggi untuk memajukan perusahaan melalui kreativitas dan inovasi yang dimilikinya. Dibutuhkan faktor pendorong lain seperti tekanan sosial agar karyawan dengan integritas tinggi mempunyai minat untuk berinovasi. Karyawan dengan keberanian yang tinggi juga membutuhkan faktor pendorong seperti gaya kepemimpinan. Pemimpin transaksional kurang memberikan perhatian dan pengakuan (recognition) atas resiko yang melekat pada inisiatif karyawan dalam menemukan inovasi dalam bekerja. Hal tersebut dapat menjadi penghambat minat karyawan untuk berinovasi.
The tight business competition nowadays is forcing company to have a good reputation as to differ from competitors. In order to get a good reputation, the company must become an innovative market leader. Knowledge-based workers are needed to create innovation on products and services. Therefore, it is necessary to know what factors that trigger the employee’s intention to do innovation at work. Chun (2006) said there are integrity, job satisfaction, and employee courage that have positive effect in triggering employee’s innovation intention. 40 employees that have been working for more than 1 year in an Information Communication and Technology Company, PT XYZ, were chosen as research sample. From the descriptive result, all respondents are having high innovation intention, integrity, job satisfaction, and also high courage. However, job satisfaction is become the only variable that is have positive effect towards employee’s innovation intention. The satisfied employees will have a high commitment to succeed the company through creativity and innovation. The employee with a high integrity needs social pressure as to trigger them to have innovation intention. The employee with a high courage also needs other factor such as leadership style. A transactional leader is less likely to pay attention and recognition toward attached risks on employee initiative to invent the innovation. That thing may become a barrier to trigger employee’s innovation intention.
Kata Kunci : Integritas,Kepuasan kerja,Keberanian,Minat karyawan berinovasi,Pengaruh,Integrity; Job Satisfaction; Courage; Employee’s Innovation Intention, Effect