Laporkan Masalah

Evaluasi transformasi budaya PT Pos Indonesia Persero

DEWI, Chandra, Hani Handoko, Dr., MBA

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Transformasi Budaya di Pos Indonesia. Studi ini memberikan gambaran perubahan budaya organisasi di Pos Indonesia dengan melakukan ‘gap analysis' antara budaya organisasi yang ingin dituju (desired culture) yang merupakan stated values atau nilai-nilai yang ditetapkan atau ingin dibentuk oleh manajemen puncak dan budaya yang ada saat ini (current culture) yang merupakan enacted values atau nilai-nilai atau norma-norma yang ditunjukkan dalam perilaku individu (karyawan). Analisis dilakukan pada budaya Pos Indonesia secara keseluruhan, pada berbagai tingkatan organisasi, dan kelompok tingkat jabatan untuk melihat lebih detil kesenjangan yang terjadi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskripstif analitik dengan metode survey, dengan menggunakan Denison Organizational Culture Survey (DOCS) dan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). Analisis diperkuat dengan data interview, observasi, dan data sekunder. Partisipan dalam penelitian ini adalah Direksi dan karyawan PT Pos Indonesia di berbagai tingkatan organisasi (Pusat, Wilayah, dan UPT), karyawan di berbagai kelompok tingkat jabatan, dan non manajerial. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling. Hasil pemetaan profil OCAI menunjukkan adanya kesenjangan antara budaya Pos Indonesia pada saat ini (enacted culture) yang didominasi oleh budaya clan dan hierarchy, dengan budaya yang ingin dibentuk oleh manajemen puncak yang cenderung ke tipe perpaduan antara budaya adhocracy dan budaya market. Kesenjangan ini juga terlihat di berbagai tingkatan organisasi dan kelompok tingkat jabatan. Kesenjangan inilah yang mempengaruhi kinerja PT Pos Indonesia. Hasil tersebut diperkuat oleh hasil DOCS yang menunjukkan bahwa budaya Pos Indonesia berada pada kuartil III yang artinya bahwa nilai-nilai yang ada di perusahaan masih harus ditingkatkan atau diperbaiki, karena disamping masih memiliki nilai-nilai positif, nilai-nilai negatif pun dapat terus berkembang jika tidak dilakukan langkah-langkah perbaikan.

This research aims to evaluate Culture Transformation Program in Pos Indonesia. This study gives description about the changing organization culture in Pos Indonesia by doing gap analysis between desired culture which is stated values or values that is decided or wished to be formed by top management, and current culture that is enacted values or values or norms that is showed by individual (employee) behavior. The analysis is done in culture of Pos Indonesia as a whole, in various organization level, and group of position level in order to see the discrepancy in detail. Research design that is used is analytical descriptive by survey method, by using Denison Organizational Culture Survey (DOCS) and Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). The analysis is strengthened with interview data, observation, and secondary data. The participant in this research is the management and employees PT Pos Indonesia in all organization level (center, region, and UPT), employees in all groups of position level, and non-managerial. The method of sampling taken is done by convenience sampling method. The mapping result of OCAI shows the existing of discrepancy between enacted culture of Pos Indonesia that is dominated by clan and hierarchy culture, and the culture that wished to be formed by the top management inclined to the combination type between adhocracy culture and market culture. This discrepancy also can be seen in various organization level and groups of position level. This discrepancy influences the performance of PT Pos Indonesia. The result is strengthened by the result of DOCS that shows the culture of Pos Indonesia in third quartile which is means that values in this company must be increased or repaired because negative values still can be developed if no action in reparation steps though they still have positive values.

Kata Kunci : Enacted culture,Desired culture,Gap analysis,Enacted values,Desired values,Clan culture


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.