Laporkan Masalah

Penilaian tingkat kematangan proses tata pamong teknologi informasi menggunakan metode control objectives for information and related technology :: Studi kasus di PT Kalimantan Timur

SETIONO, Ari Novan, Hargo Utomo, Dr., MBA., M.Com

2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Implementasi Tata Pamong Teknologi Informasi dibutuhkan perusahaan untuk percepatan proses bisnis perusahaan. Fungsi Teknologi Informasi mulai bergeser dari pelengkap menjadi kebutuhan dasar bagi perusahaan. Permasalahan mulai timbul ketika pengembangan teknologi informasi ini tidak selaras dengan kebutuhan perusahaan. PT. Pupuk Kalimantan Timur sebagai industri besar menjadi contoh perusahaan yang intensif melakukan adopsi teknologi informasi. Infrastruktur yang meningkat dan sumberdaya yang terbatas menjadi permasalahan bagi PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk mengelola teknologi informasi secara optimal agar dapat diarahkan sesuai tujuan perusahaan. Optimalisasi sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan organisasi dapat dilakukan dengan kombinasi proses yang matang. Penelitian ini diarahkan pada evaluasi proses kematangan Teknologi Infromasi yang terkait dengan tujuan Teknologi Informasi dan tujuan perusahaan. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran kematangan proses dan melakukan benchmarking dengan best practices di dunia usaha. Penelitian menggunakan metode analisis kualitatif dengan metode COBIT. Hasil pengukuran akan mendapatkan gap setiap proses yang akan diklasifikasikan menjadi 4 bagian best practices, optimal process, poor process, dan critical proses. Klasifikasi ini untuk mendapatkan proses kritis/tidak optimal dalam Pengelolaan Teknologi Informasi agar dapat dikenali dan direduksi sesuai kebutuhan perusahaan. Berdasarkan evaluasi Pengelolaan teknologi informasi di PT. Pupuk Kalimantan Timur terdapat 6 proses tidak optimal(critical process) yaitu Manajemen Perubahan, Manajenmen Layanan Pihak Ketiga, Memastikan keamanan sistem, manajemen lingkungan fisik, monitor dan evaluasi kinerja TI, dan menyediakan Pengelolaan TI yang berakibat pada tidak optimalnya sumberdaya yang ada untuk memenuhi tujuan perusahaan. Kaitan utama pada tujuan perusahaan yaitu pada pengelolaan manajemen resiko, ketersediaan layanan, selaras dengan hukum dan regulasi, dan TI belum dapat digunakan untuk mendapatkan informasi strategis untuk pengamilan keputusan perusahaan. Peningkatan tingkat kematangan dilakukan untuk mengurangi gap yang terjadi dengan cara melakukan perbaikan proses yang berfokus pada proses-proses yang tidak optimal.

Company needs IT Governance to accelerate business processes. Information Technology function began to be shifted from the object basic needs for the company. Problems start arising when information technology development is not suitable with the needs of the company. PT. Pupuk Kalimantan Timur as an example of a company that make intensive adoption of information technology. Increase of infrastructure and limited resources become problems for the PT. Pupuk Kalimantan Timur to manage information technology optimally in order to suit the purpose company. Optimization of resources to meet the needs and objectives of the organization can be done with a combination of mature processes. This study focused on the evaluation process technology maturity information related to the goals of Information Technology and company objectives. Evaluation is done by measuring the process maturity and benchmarking with best practices in the business world. This Research use qualitative analysis with COBIT methods. Measurement results will have gaps every process will classified into 4 parts best practices, optimal process, poor process, and critical process. Classification process will be done to obtain critical / not optimal process in the Management of Information Technology that can be identified and reduced according to the needs of the company. Based on the evaluation of information technology in PT. Pupuk Kalimantan Timur there are 6 process not optimal (critical process), namely Management Changes, Services of Third Parties, Ensuring system safety, physical environment management, monitor and evaluate the performance of IT, IT management and provides the optimum result in no existing resources to meet goals company. Regard, the main purpose is on the risk management, availability of services, consistent with the laws and regulations, and IT can not be used to obtain information for strategic decision making. Increasing the level of maturity is done to reduce the gaps that occur with the process of making improvements that focus on processes that are not optimal.

Kata Kunci : Tata pamong teknologi informasi,Benchmarking,Proses teknologi informasi,COBIT,Best practices,Kematangan proses, IT Governance , benchmarking, IT Processi, COBIT,best practice, process maturity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.