Laporkan Masalah

Pelaksanaan ikrar perwakafan tanah milik di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta

RINI, Indah Puspita, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tujuan dari penelitian tesis adalah untuk mengkaji pelaksanaan ikrar wakaf yang merupakan salah satu unsur dalam proses perwakafan tanah milik, serta hambatan-hambatan pelaksanaannya di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris yaitu penelitian hukum yang diawali dengan penelitian pustaka dan kemudian dilanjutkan dengan penelitian lapangan. Alat pengumpulan data berupa studi dokumen dan wawancara. Data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Pelaksanaan ikrar wakaf dalam proses perwakafan tanah milik di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, namun terdapat salah satu ikrar wakaf yang pelaksanaannya bertentangan dengan ketentuan Pasal 18 yang menghendaki adanya surat kuasa dari Wakif jika tidak dapat hadir dalam pelaksanaan ikrar wakaf di hadapan PPAIW karena dalam implementasinya si Wakif hanya memberikan kuasanya secara lisan kepada Nazhir. (2) Dalam pelaksanaanya terdapat hambatan-hambatan yang bersifat internal dan eksternal. Hambatan internal terkait dengan tidak dipenuhinya syarat-syarat administratif oleh si Wakif secara sekaligus sehingga menghambat pelaksanaan ikrar wakaf, sedangkan hambatan eksternal yaitu kurang optimalnya sosialisasi dari Pemerintah mengenai perwakafan tanah milik khususnya mengenai ikrar wakaf.

The objective of thesis research is to study the implementation of wakaf pledge constituting one element in the process of property donation for the religious or community use, as well as the obstacles in its implementation in Subdistrict Banjarsari Municipal Surakarta. The method employed was an empirical juridical research, that is, the law research starts with the literary study and then followed by the field research. The methods of collecting data used were documentary study and interview. The data obtained, both primary and secondary, was processed quantitatively and then presented descriptively. The result of research shows that (1) the implementation of wakaf pledge in the process of property donation for the religious or community use in Subdistrict Banjarsari Municipal Surakarta has not completely proceeded corresponding to the Act Number 41 of 2004 about Wakaf (property donated for religious or community use). It can be seen from the non-fulfillment of Article 18 requiring the presence of power of attorney from the Wakif who is absent in the implementation of wakaf pledge before PPAIW, because in the implementation Wakif only gives his power orally to Nazhir. (2) In the implementation, there are internal and external obstacles. Internal obstacle relates to the non-fulfillment of administrative conditions by Wakif so that it inhibits the implementation of wakaf pledge, while the external one is the less optimal socialization from the government about the property donation, particularly about the wakaf pledge.

Kata Kunci : Perwakafan,Tanah milik,Ikrar wakaf, Property donation for religious or community use, Property, Wakaf Pledge


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.