Pengaruh stigma Kabupaten Bantul sebagai daerah gempa pada nilai properti perumahan tahun 2009
SUMARSONO, Prof. Dr. Iswardono S. Permono, M.A
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stigma Kabupaten Bantul sebagai daerah gempa pada nilai properti perumahan tahun 2009. Stigma diukur berdasarkan persepsi responden terhadap gempa bumi yang dikaitkan dengan tingkat kekhawatiran responden. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu : data demografi, respon tingkat pengetahuan dan tingkat kekhawatiran, dan nilai persepsi. Karena data tingkat pengetahuan dan tingkat kekhawatiran merupakan data kualitatif maka dikualitatifkan menggunakan skala Likert. Untuk mengukur nilai persepsi responden digunakan konsep willingness to pay. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis model logit. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, tingkat kekhawatiran dan perbedaan penurunan nilai persepi dari responden. Analisis model logit digunakan untuk menunjukkan probabilitas terjadinya penurunan nilai persepsi. Dalam model logit variabel dependen yang digunakan adalah persentase penurunan nilai persepsi yang dikelompokkan menjadi katagori tinggi dan katagori rendah (variabel dikotomi). Variabel independen yang digunakan adalah domisili, kekhawatiran rumah mengalami kerusakan, kekhawatiran menjadi korban luka atau meninggal dunia dan ketidaknyamanan tinggal di Kabupaten Bantul akibat gempa bumi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan nilai persepsi mencapai 38,66 persen untuk daerah yang mengalami kerusakan berat dan 22,87 persen untuk daerah yang mengalami kerusakan ringan. Hasil analisis model logit menunjukkan kekhawatiran menjadi korban luka atau meninggal dunia tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan nilai persepsi, namun secara bersamasama keempat variabel independen berpengaruh signifikan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
This study was aimed to find out the effect of stigma in Bantul Regency as earthquake area on the property value of housing in the year of 2009. The stigma was measured based on the respondents’ perception toward earthquake related to the level of respondents’ anxiety. The data used was primary data collected using questionnaire. The data was categorized into 3 groups, demography data, response of knowledge level and anxiety level, and perceived value. Because the data of knowledge level and anxiety level were qualitative data, thus they were changed using Likert scale. To measure the perceived value of respondents’, it was used willingness to pay concept. The analysis used in this study was descriptive analysis and logit model analysis. Descriptive analysis was used to find out the knowledge level, anxiety level, and the difference of the housing perceived value diminution. Logit model analysis was used to show the probability of the happening of the perceived value diminution. In the logit model, the dependent variable used was the percentage of perception value diminution grouped into high and low categories (dichotomous variable). The independent variable used was domicile, house damage anxiety, the anxiety to be the victim of injury or die, and uncomfortable in staying in Bantul Regency as a result of earthquake. The result of the study showed that average of the housing perceived value diminution reached 38.66 percent for district experiencing heavy damage and 22.87 percent for district experiencing light damage. The result of logit model analysis showed that the anxiety to be the victim of injuries or die did not affect significantly toward the perceived value diminution, but together the four independent variables affected significantly on the confidence level of 95 percent.
Kata Kunci : Kabupaten Bantul sebagai daerah gempa,Stigma,Properti perumahan,Patahan Opak, Bantul Regency as earthquake area, stigma, housing property, Opak fault