Laporkan Masalah

The impact of foreign direct investment and exports to economic growth :: A Comparative study Indonesia and Taiwan

HARYANTO, Prof. Koji Fujimoto

2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara FDI terhadap ekspor, dan ekspor terhadap GDP, sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi. Investasi dan ekspor menjadi unsur yang penting di dalam sistem ekonomi yang terbuka. Apalagi sejak krisis Asia 1998, peranan arus finansial dapat diabaikan untuk memulihkan kondisi perekonomian dengan tingkat pertumbuhan yang positif. FDI menjadi penting apabila dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor dengan strategi promosi ekspor. Terlebih lagi sejak krisis 1998, re-industrialisasi terjadi sejalan dengan fenomena relokasi FDI dari Indonesia. Indonesia berusaha menarik lebih banyak FDI dengan berbagai kebijakan, meningkatkan industriindustri berorientasi ekspor. Peningkatan di dalam ekspor akan menyebabkan peningkatan pertumbuhan ekonomi, yang akan mambawa kemakmuran bagi Indonesia. Dengan Taiwan sebagai pembanding, Indonesia dapat belajar bagaimana iklim industrialisasi yang kondusif akan menyebabkan industri berorientasi ekspor membawa pada tingkat pertumbuhan yang tinggi. Alat analisis dari penelitian ini adalah model ekonometrik yang dikenal dengan model ordinary least square (OLS) dengan data time series. Data dikelompokkan ke dalam 3 sektor; sektor pimer, sektor sekunder dan sektor tertier. Karena keterbatasan data, hanya sektor primer dan sekunder yang diteliti. Peningkatan ekspor akan meyebabkan pertumbuhan GDP. Hal itu terjadi di dalam proses pembangunan sektor industri Taiwan. Hubungan ini dapat juga terlihat pada industri primer Indonesia, dan diperkirakan bahwa aliran masuk FDI dalam bidang pertanian dan pertambangan memberikan kontribusi naiknya ekspor dan GDP. Hubungan ini terjadi pada industri sekunder Taiwan. Hal tersebut mencerminkan hubungan ketergantungan yang kuat antara FDI dan ekspor di dalam perekonomian Taiwan. Dari segi kebijakan, pemerintah Indonesia harus memiliki kebijakan yang jelas dalam industri dan memperbaiki iklim investasi.

Export, and Export to GDP as the measurement of economic growth. Since Investment and export became important elements in open economic. Moreover after Asia crisis in 1998, the role of financial flow can be ignored to cure economic condition with the positive economic growth. FDI become more important, since it is used to improve export with export promotion strategy. Moreover, after 1998 crisis, de-industrialization occur begins with the phenomena of FDI relocation from Indonesia. Indonesia is trying to attract more FDI with all policies, enhancing export oriented industries. Increasing in export will make economic growth increase, that will bring prosperous condition to Indonesia. By Taiwan as the comparison, Indonesia can learn how the condusive industrialization climate will enhance export oriented industries that will bring high economic growth. The tools of analysis of this research is econometric model known as ordinary least square (OLS) model, with data time series. The data divided to 3 sector; primary sector, scondary sector, and tertiary sector. Because of the lack of data availability, only primary and secondary sector were observed. Increase of exports led GDP grow. It was appeared by a development process of a Taiwanese manufacturing sector. These relations can be watched by primary industry in Indonesia, and it is thought that an inflow of FDI in agriculture and the mining industry contributed to export increase and GDP increase. These relations strongly occur by secondary industry now in Taiwan. It reflects strength of dependence to FDI and exports of Taiwan economy. From the policy implication, Indonesia goverment should have obvious policy in the industry and recover investment climate.

Kata Kunci : FDI,Export,GDP,Economic growth, FDI, Ekspor, GDP, Pertumbuhan Ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.