Dampak desentralisasi fiskal terhadap outcomes bidang kesehatan :: Studi empiris di Kabupaten atau Kota Provinsi Sumatera Barat
AHMAD, Afridian Wirahadi, Dr. Hardo Basuki, M.Soc.Sc
2009 | Tesis | S2 AkuntansiTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara empiris dampak desentralisasi fiskal terhadap kinerja pemerintah daerah dalam bidang kesehatan. Indikator yang digunakan dalam menilai kinerja pemerintah daerah dalam bidang kesehatan dalam penelitian ini adalah realisasi dana di APBD dalam bidang kesehatan, angka kematian bayi dan usia harapan hidup. Peneliti menggunakan seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota di propinsi Sumatera Barat sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik penyampelan menggunakan purposive sampling yakni dengan kategori pemerintah daerah yang dapat menjadi sampel adalah yang memiliki data dari tahun 1997 hingga 2007. Data bersifat sekunder dalam menganalisa kinerja pemerintah daerah bidang kesehatan terkait dengan desentralisasi fiskal. Pengujian hipotesis menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa porsi belanja bidang kesehatan pada realisasi APBD kabupaten/Kota setelah diterapkannya desentralisasi fiskal tahun 2001 meningkat dibandingkan sebelum desentralisasi fiskal diterapkan. PDRB secara statistis berpengaruh signifikan negatif terhadap angka kematian bayi. Sedangkan variabel porsi belanja bidang kesehatan, jumlah tenaga medis secara statistik tidak signifikan berpengaruh terhadap angka kematian bayi. Sedangkan pada pengujian hipotesa dalam menganalisa variabel yang mempengaruhi usia harapan hidup, hanya variabel PDRB secara statistis yang signifikan berpengaruh positif. Sedangkan variabel porsi belanja daerah bidang kesehatan, jumlah tenaga medis dan jumlah tempat tidur yang tersedia dirumah sakit tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap usia harapan hidup. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi daerah dalam meningkatkan kinerjanya di bidang kesehatan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian yang bersifat empiris dalam bidang ini belum pernah dilakukan di Indonesia, sehingga penelitipeneliti selanjutnya dapat menggunakan indikator-indikator lainnya dalam mengevaluasi kinerja pemerintah bidang kesehatan terkait dengan desentralisasi fiskal.
Kata Kunci : Desentralisasi fiskal,Angka kematian bayi,Usia harapan hidup