Tradisi gombakan dalam masyarakat Islam di Desa Banyusidi di lereng Gunung Merbabu Kec. Pakis Kab. Magelang Jawa Tengah
PARNGADI, Prof. Dr. Irwan Abdullah
2009 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaTujuan tesis ini adalah tidak hanya sekedar untuk menyajikan sebuah tradisi gombakan yang unik dan menarik tetapi juga ingin melihat sejauh mana keberadaan tradisi tersebut di tengah-tengah masyarakat yang menganut Agama Islam. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian lapangan dengan menyajikan data-data yang didapat dilapangan kemudian mencari dukungan-dukungan dari literatur buku yang berkaitan. Hal ini ingin melihat secara lebih mendalam tentang bagaimana tradisi gombakan tersebut ada dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang menganut Agama Islam. Kemungkinan-kemungkinan yang ingin dilihat salah satunya adalah pengaruhnya terhadap keyakinan masyarakat di Desa Banyusidi Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang yang terletak di Lereng Gunung Merbabu sebagai penganut Agama Islam. Disamping itu juga ingin melihat nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Langkah yang ditempuh dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan datadata di lapangan yang berkaitan dengan tradisi gombakan sekaligus tahapan ritualritual di dalamnya. Selanjutnya penulis membandingkannya dengan literaturliteratur yang berkaitan erat dengan tradisi dan ritual sehingga bisa diketahui secara lebih mendalam pengaruh tradisi tersebut terhadap keyakinan masyarakat disana. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi gombakan yang terdapat di Desa Banyusidi Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang di Lereng Gunung Merbabu keberadaanya memperkuat keyakinan warga masyarakat disana sebagai pemeluk Agama Islam. Dalam tradisi tersebut tidak hanya terdapat nilai-nilai positif yang berkaitan dengan kebersamaan di antara warga masyarakat tetapi juga terdapat nilai pelepasan dari pengaruh-pengaruh gaib. Bagi seorang anak di Desa Banyusidi dan sekitarnya yang kedapatan gimbal pada rambutnya pasti akan mengalami tekanan psikologis yang tidak ringan di masa pertumbuhannya. Bahkan orang tuanyapun akan mengalami hal yang sama sehingga perlu dicarikan solusi untuk melepaskan anak tersebut dari pengaruh-pengaruh gaib yang ditandai dengan gimbal pada rambutnya. Solusi yang dimaksud adalah sebuah tradisi gombakan yang tidak hanya berkaitan dengan unsur-unsur kejawen tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keagamaan. Sampai sekarang tradisi gombakan ini masih bisa dijumpai seiring dengan kemunculan rambut gimbal yang menimpa anakanak di Lereng Gunung Merbabu yang berlangsung secara turun-temurun.
The aim of this thesis is not only to present unique and interesting tradition but also to see the existence of this tradition in Islam society. Because of that, this is field research that takes data in the field and then looks for books that relate each other. This way is taken too see the existence and the development of the gombakan tradition deeply in Islam society. One of the possibilities that need to see is the impact of this tradition to the belief of the society in Banyusidi, subdistrict of Pakis Magelang in the slope of Merbabu Mount as the Moslem society. The method in this research is to collect all of the data about gombakan tradition and the sequences of the ritual in it. The next step is to compare this tradition with some books that focus on traditions as well as rituals to see deeply the impact of this tradition in Islam society. The result of this research reveals that the existence of gombakan tradition especially in Banyusidi, subdistrict of Pakis Magelang in the slope of Merbabu Mount strengthen the belief of people there as Moslem society. There is not only the value of the togetherness in this tradition but also the act of releasing from the impact of mysteriousness. The mysteriousness thing in this village is the appearance of the dreadlock on children. Not only do the parents of dreadlock children who have psychology burden but particularly the children who dreadlock in their hair. Because of that the gombakan tradition is regarded as the real solution to release children there from dreadlock as the mysteriousness thing. Until now this tradition is still exist and the society in the slope of Merbabu Mount in general keep this tradition well.
Kata Kunci : Tradisi gombakan,Gimbal,Anak,anak,Masyarakat Islam,Lereng Gunung Merbabu,Gombakan Tradition,Dreadlock,Children,Moslem Society and The slope of Merbabu Mount.