Laporkan Masalah

Peran neokonservatif dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat pada invasi ke Afghanistan tahun 2001

KURNIATI, Utut, Drs. Dafri Agussalim, MA

2009 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan neokonservatif dalam konstelasi politik luar negeri Amerika Serikat (AS), menelusuri jaringan neokonservatif, strategi mereka menanamkan pengaruh, serta menyingkap peran neokonservatif pada pengambilan keputusan kebijakan luar negeri AS pada invasi ke Afghanistan tahun 2001. Dalam tesis ini menganalisis seberapa besar peran yang dimainkan oleh neokonservatif dalam pengambilan keputusan kebijakan luar negeri AS pada invasi ke Afghanistan tahun 2001. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan atau library research. Pembahasan dan analisis didasarkan atas datadata yang dikumpulkan dari bahan-bahan bacaan yang relevan dengan topik yang fokus penelitian ini yaitu peran neokonservatif dalam kebijakan luar negeri AS pada invasi ke Afghanistan tahun 2001. Hasil bahasan dan analisis tersebut disajikan dalam bentuk kajian yang bersifat deskriptif analitik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran neokonservatif sangat besar dalam kebijakan luar negeri AS. Kelompok ini memiliki jaringan yang tersebar dalam berbagai lini dan memiliki hubungan yang sangat kokoh dengan organ-organ kunci yang menopangnya. Mereka memiliki organisasi rapi dan staf profesional yang secara terus menerus menjalin kontak dengan para pengambil kebijakan luar negeri AS. Mereka juga mempunyai prosedur tertentu dalam merumuskan dan memperjuangkan tuntutannya sehingga mampu mempengaruhi keputusan kebijakan luar negeri AS sesuai dengan keinginan mereka. Kebijakan luar negeri AS dalam menginvasi Afghanistan tahun 2001 merupakan produk dari rasionalitas yang diusung oleh kelompok neokonservatif. Menurut mereka, AS harus tanggap menyikapi kondisi yang terjadi dengan melancarkan perang melawan terorisme. AS harus menancapkan pengaruh dan hegemoni AS sebagai satu-satunya negara adidaya di dunia, penjamin keamanan global.

The aim of this research is to describe neoconservative in constellation of American foreign politic, trace neoconservative networks, their strategies to implant influence and reveal role of neoconservative in American foreign policy decision making of Afghanistan invasion in 2001. This thesis analyzed how powerful the role of neoconservative in American foreign policy decision making of Afghanistan invasion in 2001. This research employed library research method. Discussion and analysis are based on data collected from literatures relevant to topic of this research focus: the role of neoconservative in American foreign policy of Afghanistan invasion in 2001. Results of discussion and analysis are presented in descriptive-analytic review. Result of this research show that the role of neoconservative was very powerful in American foreign policy. This group had networks that spread in various lines and had solid relationship with their key supporters. They had qualified organizations and professional staff that kept contact continually with American foreign policy decision makers. They also had certain procedures in formulating and struggling for their pursuits, therefore they could influence American foreign policy decision according to their wishes. American foreign policy of Afghanistan invasion in 2001 was rational product of neoconservative. According to them, America had to be reactive in responding condition by war on terrorism. America had to implant influence and American hegemony as the only super power country of the world, a global security guaranteed.

Kata Kunci : Peran,Neokonservatif,Kebijakan luar negeri Amerika Serikat ; Role, Neoconservative, American foreign policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.