Analisis gerakan protes terhadap pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bojong
MARPAUNG, Teofilus, Dr. Zuly Qodir
2009 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalTujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami mengapa masyarakat melakukan gerakan protes terhadap kebijakan pembangunan terutama pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)/ Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat melakukan gerakan protes terhadap kebijakan pembangunan terutama pembangunan TPA/TPST. Lokasi penelitian di Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu hasil wawancara dengan para aktor gerakan, aparat pemerintah Desa Bojong dan Kecamatan Klapanunggal, Kepolisian Klapanunggal, Staff Pemasaran Perumahan Citra Indah dan masyarakat setempat. Selain itu, data primer juga diperoleh dari dokumen-dokumen penting yang dikeluarkan oleh pemerintah yang berkaitan dengan TPST Bojong seperti, Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan PT Wira Gulfindo Sarana tentang pembangunan dan pengelolaan TPST di Desa Bojong Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor, Nomor 658.1/18/Prjn/Huk/2002 - 02/WGS/K/XI/2002. Data sekunder juga digunakan dalam penelitian ini, data tersebut seperti kliping koran dari berbagai media massa, dokumen yang dikeluarkan LSM, FKMPL, dan buku referensi lainnya tentang gerakan protes di Bojong atau gerakan protes di berbagai tempat di Indonesia. Setelah data terkumpul kemudian diproses dengan menggunakan metode analisa deskripsi kualitatif, yang bersifat menjabarkan, menerangkan dan mendeskripsikan secara terperinci mengenai fenomena yang ada dan juga disertakan pandangan para pakar mengenai fenomena itu. Hasil dari penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya tentang gerakan protes, bahwa terdapat protes yang terencana dan terorganisir dengan baik, walaupun penelitian ini juga menunjukkan bahwa gerakan protes tidak dapat terlepas dari penggunaan kekerasan sehingga masih menunjukkan protes dalam bentuk kerusuhan, demonstrasi spontan, yang seringkali melenceng dari agenda dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan perbedaannya dengan penelitian sebelum, terutama mengenai pihak-pihak yang turut menggerakkan protes, yaitu adanya perusahaan yang turut serta mendukung atau mendanai gerakan protes yang ada di Bojong, yaitu PT Ciputra Indah, dengan demikian PT Ciputra Indah telah memanfaatkan masyarakat untuk melindungi kepentingan bisnisnya di wilayah tersebut. Hal semacam ini tidak terdapat dalam gerakan protes yang dirujuk dalam tulisan ini. Pada gerakan protes yang lain, masyarakat itu sendiri atau adanya organisasi politik/ormas yang terlibat aktif menggerakkan masyarakat atau kelompoknya tertentu (misalnya petani/buruh) untuk melakukan protes atau gerakan protes.
The purpose of this research is to understand why people perform protest movement towards the development policy particularly the establishment of Landfill (TPA/Tempat Pembuangan Akhir)/ Place of Integrated Waste Management (TPST/ Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu). In addition, this research is intended to understand how people perform protest movement towards the development policy particularly the establishment of TPA/TPST. Research site is located in Bojong village, sub district of Klapanunggal, Bogor regency, Province of Western Java. Data used in this research are primary data that consist of result of interview with movement actors, Bojong village and Klapanunggal sub district government apparatus, Klapanunggal police, Marketing staff of Citra Indah Housing and surrounding people. In addition, the primary data are also obtained from the important document issued by the government related to TPST Bojong such as Memorandum of Understanding between governments of Bogor regency and PT Wira Gulfindo Sarana about establishment and management of TPST in Bojong village, sub district of Klapanunggal, Bogor regency, No.658.1/18/Prjn/Huk/2002 – 02/WGS/K/XI/2002. Secondary data are also used in this research such as newspaper clipping from various mass media, documents issued by NGO (Non Government Organization), FKPML (Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan), and other reference books which deal with protest movement in Bojong or other protest movement in various place in Indonesia. After being collected, data is processed then by using qualitative descriptive analysis method, which elaborate, explain, and describe in details about the phenomenon that exist and also experts view about that phenomenon. The result of this research support previous research about protest movement, that there is a protest which is arranged and organized well. However, this research also shows that protest movement cannot be separated from the using of violence so that protest is often showed by disturbance, spontaneous demonstration, which swerve from the agenda and purpose that had been formed before. The result of this research also shows the difference with the previous research, particularly about PT Ciputra Indah, the party who move the protest in Bojong. As a result, PT Ciputra Indah has exploited people in order to protect their business interest in that area. This is not included in the protest movement elaborated in this writing. In another protest movement, people themselves or politic/people organization are involved to move people or particular group (such as farmer or labor) to perform protest or protest movement.
Kata Kunci : TPST Bojong,PT Ciputra Indah,FKMPL,Gerakan protes,TPST Bojong,PT Ciputra Indah,FKMPL,Protest Movement.