Karakteristik serat pangan dan nilai cerna tepung umbi garut (Maranta arundinacea, L.) serta pengaruhnya terhadap keseimbangan mikrobiota kolon tikus (Sprague Dawley)
KUMALASARI, Ika Dyah, Dr. Ir. Eni Harmayani
2009 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganBahan makanan yang mengandung prebiotik akan menjadi substrat bagi satu atau sejumlah tertentu mikrobia kolon yang menguntungkan untuk menuju pada komposisi yang lebih sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik oligosakarida, mengetahui nilai cerna pati tepung umbi garut serta mengetahui pengaruh pemberian tepung umbi garut terhadap populasi bifidobacteria dan lactobacilli, Eschericia coli, dan Clostridium perfringens di dalam kolon tikus Sprague Dawley. Oligosakarida jenis rafinosa, stakiosa dan laktulosa dianalisis dengan HPLC, nilai cerna pati tepung umbi garut dianalisis secara in vitro. Pengujian in vivo menggunakan tikus dengan perlakuan diet tepung umbi garut dengan modifikasi pakan standard AIN93. Hasil penelitian menunjukan tepung umbi garut mengandung serat pangan 14,86 (% db), oligosakarida berupa rafinosa 396,88 ppm dan laktulosa 270,84 ppm. Nilai cerna pati tepung umbi garut 54,5 %. Pengujian in vivo menunjukan bahwa populasi lactobacilli secara signifikan lebih tinggi pada digesta dengan perlakuan substitusi tepung garut dibanding dengan kontrol (pakan standard AIN93). Populasi Eschericia. coli dan Clostridium perfringens pada digesta dengan diet tepung garut cenderung rendah dibanding dengan kontrol meskipun tidak signifikan. pH lebih rendah pada diet dengan tepung umbi garut dibanding kontrol. Konsumsi tepung umbi garut dapat memperbaiki sifat digesta dengan meningkatkan kadar air digesta, meningkatkan konsentrasi short chain fatty acid (SCFA), meningkatkan proporsi molar butirat dan menurunkan pH digesta tikus. Konsumsi tepung umbi garut dapat meningkatkan kesehatan kolon.
The objective of this research was to study the oligosaccharide characteristics and digestibility of arrowroot powder and its effect on bifidobacteria, lactobacilli, Eschericia coli, dan Clostridium perfringens population in rat colon. Oligosaccharide compound were analyzed using HPLC. Starch digestibility of arrowroot powder was analyzed in vitro and the effect of diet supplemented with arrowroot powder was analyzed In vivo study using Sprague dawley rat. AIN93 diet standard was used as a control. The result show that arrowroot powder contained 14, 86 % of dietary fiber, raffinose 396,88 ppm, 270,84 ppm of lactulose and low amount of stachyose (<56 ppm). Starch digestibility arrowroot powder was 55%. In vivo study indicated that arrowroot powder strongly enhance lactobacilli population but only slightly enhance bifidobacteria. The number of E. coli dan Clostridium perfringens population slightly decreased. Diet with the arrowroot powder decreased pH value of rat colon, enhanced Short chain fatty acid (SCFA) concentrations and increased water content of digesta. It can be concluded that supplementation of arrowroot powder enhanced colonic microbiota toward healthy compotition and improve physical and chemical properties of digesta.
Kata Kunci : tepung umbi garut, oligosakarida, nilai cerna, mikrobiota kolon, prebiotik dan SCFA, arrowroot powder, dietary fiber, starch digestibility, colon microbiota, prebiotic and SCFA