Risiko pendapatan dan perilaku petani terhadap risiko pendapatan pada usahatani ubi kayu di Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara
VITRATIN, Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini mempunyai lima tujuan yaitu, pertama untuk mengetahui risiko pendapatan usahatani ubi kayu pola kemitraan dan pola mandiri, kedua dan ketiga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan risiko pendapatan usahatani ubi kayu pola kemitraan dan mandiri, keempat untuk mengetahui perilaku petani terhadap risiko usahatani pola kemitraan dan pola mandiri, dan kelima untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani terhadap usahatani ubi kayu pola kemitraan dan pola mandiri. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, mengambil sampel dua desa yaitu desa yang dekat dengan industi (Desa Talang Jali) dan desa yang jauh dengan industri (Desa Margorejo). Model Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan koefoisien variasi (CV) untuk melihat risiko pendapatan. Analisis regresi linier berganda dengan model Ordinary Least Square (OLS) untuk melihat faktor yang berpengaruh terhadap pendaptan, risiko pendapatan dan perilaku petani. Model fungsi utilitas kuadratik U=bo+b1M+b2M2 untuk melihat nilai utilitasnya. Hasil analisis menunjukan bahwa risiko pendapatan usahatani ubi kayu pola kemitraan lebih tinggi daripada risiko pendapatan usahatani ubi kayu pola mandiri, besarnya tingkat pendapatan petani dipengaruhi oleh harga output, harga input (harga kcl, harga urea, harga ponska, harga herbisida, harga untuk tenaga kerja), umur panen umur petani, tanggungan keluarga, dummy varietas, dan pola kemitraan atau pola mandiri, demikian juga dengan risiko pendapatan. Petani ubi kayu pola kemitraan dan berperilaku risk lover sebanyak 45% sedangkan petani pola mandiri sebanyak 10%. Petani ubi kayu pola kemitraan dan berperilaku risk neutral sebanyak 42,50% sedangkan petani pola mandiri sebanyak 45%, dan petani pola kemitraan berperilaku risk avereter sebanyak 12,50%, sedangkan pola mandiri sebanyak 45 %. Perilaku petani terhadap risiko dipengaruhi oleh umur petani, pengalaman usahatani, luas lahan, dan dummy pola kemitraan dan pola mandiri.
The first aim of this study is to investigate the risks differences of income between partnership patterned and self-employed cassava farmers. This study is also aimed to find out the variables influence the income risk of the two models of cassava farmers, to identify the responses of farmers toward the risks and their behaviors about the farming pattern. The data used are primary and secondary data. The primary data collected by using a designed questionaire. This study is conducted in Talang Jali and Margorejo Village, North Kotabumi Subdistrict. Coefficien of Variation (CV) is employed to investigate the risk differences. Ordinary Least Squares (OLS) is applied to define the variables influence the income, income risk and the responses of the farmers. The utility quadratic function is used to analyze the responses of the farmers toward the risks. The result shows that the risks of the partership patterned cassava farmers are higher than the self employed farmers. The income level of the government is influenced by output and input prices, the lifespan of harvest, age, burden of dependency, variety and farming pattern. income, output and input price, lifespan of harvest and participation in partnership. The risk behavior of partnership patterned farmers are 45% risk lover, 42.50% risk neutral and 12,50% risk averter. The self-employed cassava farmers are 10% risk lover, 45% risk neutral and 45% risk averter. The behavior of the farmers toward the risk influenced by age, experience, extensive area and farming pattern.
Kata Kunci : Pola kemitraan dan mandiri,Ubi kayu,Risiko,Pendapatan,Perilaku petani,partnership pattern, self-employed, cassava, risk, income, farmers behavior