Laporkan Masalah

Valuasi ekonomi taman wisata alam Tawangmangu

MUNTORO, Prof. Dr. Ir. Irham M.Sc

2009 | Tesis | S2 Ekonomi Pembangunan

Penilaian ekonomi sumberdaya alam adalah untuk estimasi nilai uang dari barang dan jasa yang diberikan oleh kawasan konservasi. Dengan konsep ini memungkinkan bagi pengambil kebijakan untuk menentukan penggunaan yang paling efektif dan efisien terhadap sumberdaya alam serta mampu mendistribusikan manfaat dan biaya konservasi secara adil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik pengguna Taman Wisata Alam (TWA) Tawangmangu, (2) Melakukan penilaian ekonomi TWA Tawangmangu dengan cara menentukan besarnya kesediaan membayar penggunanya, (3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesediaan membayar pengguna TWA Tawangmangu dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keinginan pengguna taman untuk mengunjungi kembali TWA Tawangmangu. Penelitian ini dilakukan di 3 lokasi wisata yang ada di TWA Tawangmangu yaitu Taman Grojogan Sewu, Taman Ria Balekambang dan Hutan Lintas Alam Sekipan. Data yang digunakan mencakup data primer yang didapatkan dari wawancara pengunjung TWA Tawangmangu dalam rentang waktu April hingga Juni 2009. Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode deskriptif analitis. Tujuan kedua dianalisis dengan menggunakan metode biaya perjalanan. Tujuan ketiga dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda metode kuadrat terkecil biasa (OLS) dan regresi binomial logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) biaya perjalanan secara signifikan mempengaruhi jumlah kunjungan ke taman wisata, (2) jumlah kesediaan membayar pengguna TWA Tawangmangu selama setahun sebesar Rp 287.700.000.000,-. Jumlah nilai yang dibayarkan pengguna TWA Tawangmangu selama setahun sebesar Rp 122.900.000.000,-. Surplus konsumen TWA Tawangmangu selama setahun sebesar Rp 164.800.000.000,-. Nilai tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan nilai dari pengunjung Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Rahman, Kawasan Konservasi Kaliurang, dan Taman Nasional Bunaken, (3) faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar pengguna TWA Tawangmangu untuk konservasi adalah penghasilan per bulan, tingkat pendidikan dan rutinitas kegiatan wisata yang dilakukan pengunjung setiap tahunnya, (4) faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan mengunjungi kembali TWA Tawangmangu adalah tingkat ketertarikan terhadap obyek wisata, aksesibilitas dan tingkat kepuasan mengunjungi obyek wisata tersebut.

Economic valuation of natural resources is an estimation of the goods and services value in money term given by the conservation area. This concept provides the policy maker to determine the most effective and efficient usage the natural resources and also equally to distribute the benefits and costs of the conservation. This study has three objectives: (1) to know the characteristics of visitors of Tawangmangu Natural Tourism Park, (2) to apply the economic valuation of Tawangmangu Natural Tourism Park by determining the visitor’s willingness to pay, (3) to analyze factors influencing the visitor’s willingness to pay, and factors influencing the visitor’s desirability to revisit the park. The study was conducted in three locations within the Tawangmangu Natural Tourism Park, i.e. Grojogan Sewu Park, Balekambang Park, and Sekipan Forest. The data include the primary data taken by interviewing the visitors in April-June 2009. In order to answer the first objective, an analytical descriptive method is used. The second objective is analyzed by travel cost method. The third objective is analyzed by using double linear regression of the ordinary least squared method and logistic binomial regression analysis. The result suggests (1) the costs of journey significantly influence the amount of the visitors of the park, (2) the total amount of willingness to pay of the visitors reaches Rp. 287.700.000.000,- in a year. The costs paid by the visitors in a year is Rp. 122.900.000.000,-. Consumer’s surplus of the park in a year is Rp. 164.800.000.000,-. The amount is higher than the visitor’s value of Wan Abdul Rahman Society Forest Park, Kaliurang Conservation Area, and Bunaken National Park, (3) Factors influencing the visitor’s willingness to pay are their monthly income, education level, and the their frequency to do field trip in a year, (4) factors influencing the visitor’s desirability to revisit the park are the visitors anxiety level to the tourism places, the accessibility and the satisfaction level to visit the tourism places.

Kata Kunci : Penilaian ekonomi,Konservasi,Kesediaan membayar,Metode biaya perjalanan,economic valuation, conservation, willingness to pay, travel costs method,consumer’s surplus. Advisor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.