Integrasi pasar minyak sawit Indonesia dan dunia
ARIFIANTI, Septika, Prof. Dr. Ir. Dwidjono HD, MS
2009 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui integrasi pasar minyak sawit Indonesia dengan pasar minyak sawit Malaysia, serta dengan pasar minyak sawit Rotterdam; (2) mengetahui integrasi antara pasar minyak sawit dengan pasar minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak rapeseed dan minyak bumi; serta (3) mengetahui pasar yang dominan dalam penentuan harga minyak sawit. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data bulanan time series dari Januari 1999 hingga Desember 2008. Data kuantitatif yang digunakan meliputi data harga ekspor minyak sawit Indonesia, harga ekspor minyak sawit Malaysia, harga minyak sawit di pasar Rotterdam, harga internasional minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak rapeseed dan harga minyak bumi. Untuk mengetahui stasioneritas dari data time series digunakan uji akar unit (unit root test) dengan Augmented Dickey Fuller (ADF) Test. Analisis kointegrasi digunakan untuk mengetahui integrasi antar pasar, sedangkan uji kausalitas Granger (Granger causality test) digunakan untuk mengetahui hubungan kausalitas harga antar pasar. Hasil analisis menunjukkan pasar minyak sawit Indonesia terintegrasi kuat dengan pasar Malaysia dan Rotterdam, sedangkan pasar minyak sawit Malaysia mempunyai tingkat integrasi lemah dengan pasar Rotterdam. Hasil uji kointegrasi menunjukkan bahwa terdapat integrasi antara pasar minyak sawit dengan pasar minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak rapeseed dan pasar minyak bumi. Uji kausalitas Granger menunjukkan pasar produsen minyak sawit Malaysia paling dominan (leading) dalam pembentukan harga minyak sawit. Berdasarkan hasil analisis, disarankan untuk meningkatkan mutu minyak sawit agar posisi harga minyak sawit Indonesia juga meningkat, dan pemerintah memberlakukan kebijakan ekspor yang lebih baik untuk lebih meningkatkan ekspor minyak sawit Indonesia.
This research was aimed (1) to measure market integration of crude palm oil in the various markets, namely Indonesia, Malaysia dan Rotterdam; (2) to measure the integration between crude palm oil markets and the substitution markets of crude palm oil (world market of soybean oil, world market of sunflower oil, world market of rapeseed oil); and (3) to analyze the leading market of crude palm oil. This research was based on monthly price data from 1999 to 2008, taken from World Bank. Market integration was analyzed by using Engle and Granger model of co-integration. Granger causality test was used to measure the leading market. The result showed that Indonesian crude palm oil market is integrated strongly with crude palm oil market in Malaysia and Rotterdam. Malaysian crude palm oil market is integrated weakly with Rotterdam crude palm oil market. The analysis of co-integration showed that there were integration between crude palm oil market and substitution markets of crude palm oil. Crude palm oil market is also integrated with the petroleum oil market. Granger causality test showed that Malaysian crude palm oil market was leading to other crude palm oil markets. The last, this research suggested that increasing quality control, monitoring behaviour of crude palm oil price in Malaysia and Rotterdam market, and supporting goverment policies might be needed to increase Indonesian crude palm oil price.
Kata Kunci : Integrasi,Pasar,Kausalitas harga,Minyak sawit, integration, market, price causality, crude palm oil