Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada jamaah calon haji embarkasi Polonia Medan tahun 2008

BATUBARA, Ziad, Prof. Dr. dr. Soewadi, MPH, SpKJ

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: WHO menyebutkan bahwa kecemasan meningkat sebesar 2,5% setiap tahunnya dengan perbandingan 2,43% pada wanita dan 0,07% pada laki-laki. Karakteristik jamaah calon haji pada masing-masing daerah tidak sama, ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko timbulnya kecemasan pada jamaah calon haji. Pemberian obat golongan benzodiazepin (diazepam 2 mg) lazim digunakan dalam menanggulangi berbagai kasus pada jamaah calon haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya jamaah calon haji cemas dan tidak cemas berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengalaman berhaji, takut naik pesawat, berkumpul dengan orang banyak, meninggalkan keluarga, takut tidak dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna, takut dengan kesalahan-kesalahan masa lalu serta pemakaian diazepam 2 mg. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional, yaitu mencari hubungan variabel bebas dengan variabel terikat dengan melakukan pengukuran sesaat yang sama dan diukur pada saat jamaah calon haji tiba di Embarkasi berdasarkan kloter masing-masing. Hasil: Faktor yang berperan (p=0,000) terhadap timbulnya kecemasan pada jamaah calon haji Embarkasi Polonia Medan adalah khawatir berkumpul dengan orang banyak (OR= 4,528), takut dengan kesalahan-kesalahan lalu akan terbalas disana (OR= 3,183), takut ibadah haji yang tidak sempurna (OR= 2,441), khawatir dengan keluarga yang ditinggalkan (OR= 2,381), dan pemakaian diazepam 2 mg (OR= 2,185). Dari analisis multivariat diketahui bahwa variabel khawatir berkumpul dengan orang banyak merupakan variabel yang terkuat pengaruhnya terhadap kejadian kecemasan pada jamaah calon haji Embarkasi Polonia Medan tahun 2008 dengan OR sebesar 8,1171. Kesimpulan: ada perbedaan peran yang bermakna antara faktor khawatir berkumpul dengan orang banyak, takut dengan kesalahan-kesalahan lalu akan terbalas disana, takut ibadah haji yang tidak sempurna, khawatir dengan keluarga yang ditinggalkan, dan pemakaian diazepam 2 mg terhadap kejadian kecemasan pada jamaah calon haji Embarkasi Polonia Medan tahun 2008.

Background: WHO estimated that anxiety increased 2.5% annually with ratio 2.43% for female and 0.07% for male. The pilgrims’ characteristics are different; there are some factors that could be taken as risk factors of anxiety in pilgrims. Benzodiazepine treatment is often used as therapy for pilgrims. The study objectives are to identify the relation between anxiety in pilgrims and age, sex, education, work status, pilgrimage experience, fear of being on board, fear of mass gathering, worry of leaving family, fear of incomplete rituals, fear of sin in the past being counted, and benzodiazepine treatment. Methodology: The study design is a cross-sectional to explore the relation between dependent and independent variables by measuring the pilgrims at the time prior of embarking. Results: Factors influenced the anxiety of pilgrims embarking from Polonia Medan are fear of mass gathering (OR 4,528), fear of sin in the past being counted (OR 3,183), fear of incomplete rituals (OR 2,441), worry of leaving family (OR 2,381) and benzodiazepine treatment (OR 2,185). Based on multivariate analysis the dominant factor for the anxiety of pilgrims embarking from Polonia Medan is fear of mass gathering (OR 8,117). Conclusion: There is a significant different effect between fear of mass gathering, fear of sin in the past being counted, fear of incomplete rituals, worry of leaving family and benzodiazepine treatment to the anxiety of pilgrims embarking from Polonia Medan in 2008.

Kata Kunci : Kecemasan,Jamaah calon haji,Ibadah haji,Diazepam (benzodiazepin),anxiety,pilgrims,hajj pilgrimage,benzodiazepin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.