Hubungan total lymphocyte count dengan nilai MMSE pada penderita HIV
RIMAWAN, Fikri Hinnu, dr. Ahmad Asmedi, Sp.S, M.Kes
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikSekitar 60% kasus infeksi HIV menunjukkan manifestasi neurologis. Komplikasi neuropsikiatri yang paling sering timbul pada penderita infeksi HIV adalah gangguan kognitif (cognitive impairment). Angka CD4 dan Total Lymphocyte Count (TLC) dewasa ini dinilai sebagai marker yang reliable untuk memantau progresivitas infeksi HIV, namun tidak ada temuan laboratorium yang spesifik untuk marker gangguan kognitif pada penderita HIV. Kadar plasma HIV RNA dan angka CD4 yang dinilai sebelum pemberian anti retrovirus dapat memprediksi terjadinya HIV associated dementia (HAD). Tidak semua pusat kesehatan dapat melakukkan pemeriksaan kadar plasma HIV RNA dan CD4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nilai TLC dengan nilai MMSE pada pasien HIV yang menjalani rawat jalan dan rawat inap di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Metode penelitian ini mengunakan metode penelitian potong lintang (cross sectional) dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling. Pemeriksaan gangguan kognitif menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) digunakan untuk menilai adanya gangguan kognitif pada subjek. Setiap subjek dilakukkan pemeriksaan darah rutin untuk mengetahui nilai TLC. Jumlah subjek terpilih yang mengikuti penelitian adalah 96 orang, terdiri dari 70 (72,9%) subjek laki-laki dan 26 (27,1%) perempuan. Frekuensi gangguan kognitif pada subjek sebesar 40,6%. Secara statistik terdapat korelasi antara nilai TLC dengan nilai MMSE, namun kekuatan korelasi ini lemah (p=0,002; r=0,310). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan gangguan kognitif adalah nilai CD4 ≤ 400 sel/mm3 (P=0,044) dan depresi ( p= 0,028). Frekuensi gangguan kognitif pada penderita infeksi HIV tinggi. Nilai TLC memiliki korelasi yang bermakna dengan nilai MMSE, walaupun kekuatan korelasinya lemah. Pada penderita HIV, nilai CD4 ≤ 400 sel/mm3 dan depresi merupakan faktor risiko yang independent untuk terjadinya gangguan kognitif.
Abaut 60% of all HIV patients show a neurologic complications. The most frequent of the neurologic complications in HIV patients is cognitive impairment. CD4 count and Total Lymphocyte Count (TLC) are reliable laboratory marker in order to monitoring the progression of HIV infection, but there is not specific laboratory marker that able to monitor the development of dementia in HIV patiens. Plasma viral load and CD4 count which are measured before giving ARV therapy to the patient could predict the development of HIVassociated Dementia (HAD). Not all of laboratory center are able to do plasma viral load and CD4 count examination. The objective of this study is to know the correlation between TLC and MMSE count in HIV patients in Sardjito General Hospital Yogyakarta. A cross sectional study with consecutive sampling is used in this study. Cognitive function is measured by using MMSE, and all subject were performed TLC in their blood examination. The subject of this study are patients diagnosed as HIV infection. Ninety six subject are fulfill the inclution and exlution criterias. Among of them 70 (72,9%) are man and 26 (27,1%) are women. The frequenty of cognitive impairment among subject is 40,6%. Statisticaly, there are correlation between TLC and MMSE, but the strenght are weak (p=0,002; r=0,310). Multivariate analysis showed that variables statisticaly have relation with cognitive impairment are CD4 count ≤ 400 sel/mm3 (p=0,044) and depression (p=0,028) The frequency of cognitive impairment are high among HIV patients in Sardjito General Hospital Yogyakarta. There are correlation between TLC and MMSE count, but the strenght are weak. CD4 count ≤ 400 sel/mm3 and depresion independently have relation with cognitive impairment in subject.
Kata Kunci : Total lymphocyte count,MMSE,Gangguan kognitif,HIV,associated dementia,Total Lymphocyte Count, MMSE, cognitive impairment, HIVpatient