Laporkan Masalah

Cystatic C dan asam urat sebagai faktor risiko hipertensi :: Studi pada populasi hipertensi dan normotensi di Kecamatan Mlati, Yogyakarta

MULYAKUSUMA, Yovita, Prof. Dr. dr. Moch. Sjabani, M.Med.Sc, Sp.PD-KGH

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Hipertensi masih tetap menjadi masalah kesehatan di dunia karena meningkatnya prevalensi hipertensi, masih banyaknya pasien hipertensi yang tekanan darahnya belum mencapai target, serta adanya komplikasi yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Pada penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, ditemukan bahwa Cystatin C dan asam urat masing-masing merupakan faktor risiko hipertensi, dimana peningkatan kadarnya meningkatkan kejadian hipertensi, namun belum ada penelitian yang meneliti keduanya secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar Cystatin C dan asam urat terhadap kejadian hipertensi. Penelitian dilakukan dengan rancangan peneltiian case-control dengan subyek diambil dari 39 dusun dari 42 dusun pada 3 desa yang berada di kecamatan Mlati Yogyakarta. Didapatkan 7.695 subyek berusia 30-59 tahun dari 12.073 populasi target yang diambil sebagai data dasar., meliputi 2.082 normotensi, 4.091 prehipertensi, 1.522 hipertensi. Kemudian dari kelompok hipertensi dan normotensi diacak dan dilakukan matching usia dan jenis kelamin, diambil 40 subyek untuk mewakili masing-masing kelompok, yang kemudian akan dilakukan pemeriksaan kadar Cystatin C dan asam urat. Dari hasil analisis didapatkan bahwa pada kadar Cystatin C dan asam urat yang tinggi secara bermakna akan meningkatkan risiko hipertensi dengan Odds Ratio 20,00 (CI 95%; 2,684-49,023), diikuti dengan peningkatan masing-masing yakni Cystatin C tinggi dengan Odds Ratio 5,67 (CI95%; 1,661- 19,336), dan yang belum bermakna secara statistik adalah asam urat tinggi dengan Odds Ratio 2,0 (CI 95%; 0,181-22,056). Kadar cystatin C dan asam urat mempengaruhi kejadian hipertensi, dan peningkatan keduanya secara bersamaan akan lebih besar pengaruhnya terhadap kejadian hipertensi daripada peningkatan salah satunya.

Hypertension still remains a health problem in the world because of the increased prevalence of hypertension, still many hypertensive patients who do not achieve blood pressure targets, and the complications that increased morbidity and mortality. In studies that have been done before, they found that Cystatin C and uric acid respectively is a risk factor for hypertension, but no studies that examined both simultaneously. The purpose of this study was to determine the effect of Cystatin C and uric acid on incidence of hypertension. A case-control study conducted with subjects drawn from 39 villages of 42 villages in the Mlati subdistrict Yogyakarta. We found 7.695 subjects with 30-59 years-old from the 12.073 taken as the basic data., Including 2.082 normotension, 4.091 prehypertension, 1.522 hypertension subjects. The group of hypertension was randomized and performed normotension matched age and gender, taken to represent the 40 subjects of each group, which then will be analyzed. It was found that high Cystatin C and high uric acid significantly increases the risk of hypertension with Odds Ratio 20,00 (CI 95%; 2,684-49,023), followed by an high Cystatin C without high uric acid with OR 5,67 (CI 95%; 1,661-19,336 ), and high uric acid without high cystatin C with OR 2,0, but it is not statistically significant (CI 95%; 0,181-22,056). Cystatin C and uric acid affects the incidence of hypertension, and the high level from both of them significantly increased the risk of hypertension greater than the high level from one of them.

Kata Kunci : Cystatin C,Asam urat,Hipertensi,Cystatin C, uric acid, hypertension


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.