Pengaruh cangkok autologous bone marrow terhadap penyembuhan fraktur tulang pada diabetes mellitus
GUNARTO, Agus Sri, drg. M. Masykur Rahmat, SpBM(K)
2009 | Tesis | S2 Ilmu Bedah MulutSalah satu akibat trauma pada tulang adalah terjadinya fraktur. Penyembuhan fraktur pada penderita diabetes mellitus terhambat karena adanya komplikasi yang menyertainya. Autologous bone marrow graft adalah transplantasi autologus bone marrow telah banyak digunakan untuk membantu proses penyembuhan fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh autologous bone marrow terhadap proses penyembuhan fraktur tulang pada model binatang diabetes mellitus. Sepuluh ekor kelinci lokal jantan, dengan berat badan 1,5-2 kg, dibuat model diabetes mellitus dengan cara injeksi alloxan monohydrat 150mg/Kg BB intravena. Di bawah pengaruh anestesi umum, tulang radius kanan dipotong sepanjang 3 mm dan jaringan lunak dijahit kembali. Lima ekor subyek digunakan sebagai kelompok kontrol tanpa injeksi autologous bone marrow. Lima ekor lainnya digunakan sebagai kelompok perlakuan dengan cara diinjeksi perkutan pada daerah fraktur menggunakan 0.5 ml autologous bone marrow yang diambil dari femur kanan. Setelah 25 hari, kelinci dikorbankan dan tulang diproses secara histologis. Penyembuhan tulang radius diamati secara histologis dengan menghitung jumlah osteosit per lapangan pandang dengan perbesaran 400x. Data diuji secara statistik menggunakan independent t-test Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna jumlah osteosit antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan ( p< 0.05). Osteosit adalah sel tulang matur di dalam lakuna yang bisa menjadi indikasi telah terjadinya penulangan pada daerah fraktur. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa autologous bone marrow graft dapat membantu penyembuhan fraktur tulang dengan meningkatnya proses pembentukan osteosit pada kelinci dengan diabetes mellitus buatan.
Bone trauma may result in bone fracture. Complications in diabetes mellitus patients may cause delayed fracture healing. Autologous bone marrow graft has been used to accelerate fracture healing. The aim of this research was to investigate the effects of autologous bone marrow on fracture healing of diabetes mellitus animal model. Ten local male rabbits, weighed 1.5 to 2 kgs, were injected with alloxan monohydrat 150mg/kg BB (iv). Under general anaesthesia, radius bones were cut 3 mm long and the soft tissue were stiched back. Five untreated subjects were control group, and the other subjects as treatment group (five subjects) treated with percutaneous injected using 0.5 ml of autologous bone marrow taken from right femur on the fracture sites. After 25 days, subjects were sacrificed, and the bones were collected. The tissue were histologically processed and stained using H&E. The number of osteocytes were counted per field view, ten field views per slide in the magnification of 400x. The data was statistically tested using independent t-test. Results showed significant differences of osteocyte numbers between control and treatment group (p<0.05). The existence of osteocytes, mature bone cells trapped in lacuna, are used to indicate the accomplishment of bone healing on fracture sites. The conclusion of this research is that autologous bone marrow graft affects bone fracture healing by accelerating osteocyte forming on diabetes mellitus cases.
Kata Kunci : Diabetes mellitus,Autologous bone marrow,Osteosit