Laporkan Masalah

Pengembangan program HIV-AIDS di tempat kerja di Kota Medan

KENCANA, Gita, dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Situasi epidemi HIV-AIDS di Indonesia saat ini berada dalam tahap epidemi terkonsentrasi (concentrated level), yaitu prevalensi HIV lebih dari 5% pada satu atau lebih sub-populasi risiko tinggi, dan prevalensi kurang dari 1% di populasi umum. Kasus HIV-AIDS tidak lagi hanya ditemukan pada pekerja seks, tetapi juga pada ibu rumah tangga dan anak-anak. Tempat kerja merupakan salah satu saluran yang mungkin untuk mendiskusikan secara terbuka risiko HIV-AIDS dan caracara untuk menghindari penularannya, dan strategis karena memiliki sumber daya dan organisasi yang kuat. Selain itu, tempat kerja merupakan sebuah komunitas yang cukup mempengaruhi sikap sosial, nilai dan perilaku seseorang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui strategi pengembangan program HIV-AIDS di tempat kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di PT. Coca Cola Bottling Indonesia (PT.CCBI), Medan. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah studi kualitatif terhadap strategi program HIV-AIDS di tempat kerja PT.CCBI Medan. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Data sekunder diperoleh dari PT. CCBI Medan dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian. Hasil: Kebutuhan perusahaan PT. CCBI Medan terhadap pengembangan program HIV-AIDS adalah informasi tentang HIV-AIDS, informasi tentang IMS, akses kondom, kebutuhan terhadap pelayanan klinik IMS dan tes HIV, serta keberlangsungan minat pencegahan HIV-AIDS. Kondisi perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan program HIV-AIDS di PT. CCBI adalah jadwal kerja dan aktivitas karyawan lainnya: jadwal kerja, safety talk, briefing atau apel, arisan ibu-ibu, kegiatan olahraga, pemeriksaan kesehatan, pengajian, pelatihan, rekreasi, kegiatan sanitasi, kegiatan sosial kemasyarakatan, corporate social responsibility (CSR), agenda serikat pekerja, kegiatan preventif dokter perusahaan; pendanaan, SDM dan fasilitas lainnya; fasilitas pengobatan dan perawatan; norma sosial di perusahaan; kebijakan serta media informasi di perusahaan. Kesimpulan: Kebutuhan akan berbagai informasi yang terkait dengan HIV-AIDS menjadi peluang dalam pengembangan program HIV-AIDS di PT. CCBI Medan. Kondisi (potensi sumber daya, norma sosial, kebijakan, media informasi) yang dimiliki oleh perusahaan merupakan kekuatan dalam pengembangan program HIV-AIDS di PT. CCBI Medan.

Background: Situation of HIV/AIDS epidemiology in Indonesia is currently in the phase of concentrated level, i.e. the prevalence is higher than 5% in one or more high risk sub population and less than 1% in general population. HIV-AIDS cases happen not only among sexual workers but also housewives and children. Working place is a channel for open discussion about risk of HIV-AIDS and methods to avoid transmission. Working place has a strategic position because it has strong resources and organization. Besides, working place creates community that significantly affects social attitude, value and behavior of an individual. Objective: To identify strategy of HIV-AIDS program development in the workplace suitable with needs and condition of PT. Coca Cola Bottling Indonesia (PT.CCBI) Medan. Method: The study was qualitative. Data were obtained through in depth interview and focus group discussion. Secondary data were obtained from PT. CCBI Medan and other documents related to the study. Result: Needs of PT. CCBI Medan in HIV-AIDS program development consisted of information about HIV-AIDS, sexually transmitted diseases, access to condom, clinical service of sexually transmitted diseases and HIV test, as well as continuity of HIV-AIDS prevention interest. Condition of the company related to HIV-AIDS program development at PT. CCBI were work schedule and staff activities: work schedule, safety talk, briefing, arisan, sports, health check, pengajian, training, recreation, sanitation, social activities, corporate social responsibility (CSR), workforce agenda, preventive activities of the company's doctors; funding human resources and other facilities; medication, and nursing facilities; social norm in the company; policy and information media in the company. Conclusion: Need for variously information related to HIV-AIDS was an opportunity for HIV-AIDS program development at PT. CCBI Medan. Condition (potential of human resources, social norm, policy, information media) of the company was strength for the development of HIV-AIDS program at PT. CCBI Medan.

Kata Kunci : HIV,AIDS,Pekerja,Tempat kerja,Strategi,Kebijakan,Program, workplace, strategy, policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.