Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Kabupaten Kotawaringin Timur
RUJI, Misnawatie, dr. Kristiani, SU
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Berdasarkan data dari Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) 2008, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih berada pada angka 28 per 10.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB), khususnya angka kematian bayi baru lahir (neonatal) masih berada pada kisaran 35 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab tingginya kematian neonatal adalah bayi dengan berat badan lahir rendah atau BBLR. Penyebab BBLR sampai saat ini masih terus dikaji. Beberapa studi menyebutkan penyebab BBLR adalah multifaktor, antara lain faktor demografi, biologi ibu, riwayat obstetri, morbiditas ibu selama hamil, pemeriksaan kehamilan dan paparan toksin. Kejadian BBLR di kabupaten Kotawaringin Timur diperkirakan sebanyak 5,86% dari bayi yang dilahirkan. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah. Metode Penelitian. Jenis penelitian adalah observasional analitik, dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Jumlah subjek adalah 120 yang terdiri dari 40 kasus (BBLR) dan 80 kontrol (BBLN) dan dilaksanakan di kabupaten Kotawaringin Timur. Data tentang faktor-faktor risiko diperoleh dari dokumen atau catatan pada BKIA serta dari wawancara pada waktu melahirkan di tempat persalinan. Uji kemaknaan dengan Chi-square. Hasil Penelitian. Ibu hamil dengan ukuran LLA <23,5 cm mempunyai risiko 4,89 kali lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR dibanding ibu hamil yang ukuran LLA ≥23,5 cm. ibu hamil dengan jumlah kelahiran <2 dan >4 mempunyai risiko 3,5 kali lebih besar untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu dengan jumlah kelahiran 2 – 4 anak. Tidak terdapat hubungan antara interval atau jarak kelahiran dengan kejadian berat badan lahir rendah. Ibu hamil dengan umur <20 tahun dan >35 tahun mempunyai risiko 12,5 kali lebih tinggi untuk melahirkan BBLR dibanding ibu hamil yang berumur 20-35 tahun. Kesimpulan. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi, paritas dan umur ibu hamil dengan kejadian BBLR, tapi faktor yang paling dominan adalah faktor umur.
Background: Based on data of National Widya Karya on Food and Nutrition 2008, maternal mortality rate in Indonesia was 28 per 10,000 births alive. Infant mortality, particularly neonatal mortality was 35 per 10,000 births alive. One cause of high neonatal mortality is low birth weight (LBW) infant. Causes of LBW are continuously studied. Some studies reveal that causes of LBW are various factors, among others are demography, mothers' biology, obstetric history, mothers' morbidity during pregnancy, pregnancy examination and toxin exposure. The prevalence of LBW at District of Kotawaringin Timur is estimated as much as 5.86% of birth. Objective: To identify factors related to the prevalence of LBW. Method: The study was observational with case control design. Subject of the study were mothers at District of Kotawaringin Timur with LBW infants as cases and those with normal weight infants as control. Nutrition status of mothers was indicated from arm circumference obtained from documents or records at the Council of Mother and Child Health at Trimester II pregnancy. Whereas other ask factors were obtained from interview during childbirth. Significance test used chi square. Result: Pregnant women who MUAC size <23,5 cm had a risk 4,89 times greater for infants with birth LBW than the size of MUAC ≥23,5 cm. Pregnant women who the number of parity <2 and >4 had a risk 3,5 times greater for infants with birth LBW than parity 2 – 4. There is no relationship between birth intervals LBW event. Pregnant women who age <20 and >35 years had a risk 12,5 times greater for infant with birth LBW than mother with age 20 – 35 years. Conclusion: There was a significant association between nutritional status, parity and age incidence of pregnant women with low birth, but the most dominant is the age factor.
Kata Kunci : BBLR,Faktor risiko,Ibu hamil,Nutrition Status, Pregnant Mothers, Low Birth Weight (LBW)