Laporkan Masalah

Peran konseling kontrasepsi postpartum terhadap partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung 2008

SRIWENDA, Djuju, dr. Ova Emilia, SpOG, M.M.Ed., Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Sekitar 30% ibu tidak terpenuhi kebutuhan kontrasepsi postpartum. Alasan ibu nifas tidak menggunakan kontrasepsi pada masa postpartum adalah karena alasan yang berhubungan dengan suami sebesar 33.2% dan menunggu hingga akhir periode postpartum sebesar 31.8%. Begitu pula kesertaan pria dalam kontrasepsi masih rendah yaitu sekitar 1.3%. Program keluarga berencana lebih terfokus pada perempuan, kurang berkualitasnya layanan konseling adalah faktor yang mempengaruhi suami dalam penggunaan kontrasepsi ataupun memberikan persetujuan terhadap istri dalam menggunakan kontrasepsi. Tujuan penelitian: Mengetahui peran konseling kontrasepsi postpartum terhadap partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi dan faktor lain yang dominan mempengaruhi partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi. Metoda penelitian : Kuasi eksperimen jenis posttest only control group design. Lokasi penelitian di RS Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung. Kelompok perlakuan adalah kelompok yang diberi konseling kontrasepsi pada suami istri sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang diberi konseling kontrasepsi hanya pada istri. Konseling diberikan sebelum klien pulang (antara 1-3 hari postpartum) dan dilakukan follow up pada hari ke 45 untuk mengetahui jenis kontrasepsi yang digunakan. Sampel masing-masing kelompok 112 orang. Analisis data menggunakan chi square dengan p <0.05 dan RR dengan 95% CI. Analisa multivariat menggunakan logistik regresi. Hasil : Konseling kontrasepsi postpartum pada suami istri memiliki hubungan bermakna secara statistik dan praktis dengan partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi dengan RR 1.71 dengan CI 1.35-2.16. Kesimpulan : Konseling kontrasepsi postpartum meningkatkan partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi.

Background: About 30% women unmeet need of postpartum contraception. Some reasons why postpartum women do not use contraceptive are, among others, spousal factor (33.2%) and waiting for the postpartum period to end (31.8%). Men's participation in contraception is still relatively low (1.3%). The program of family planning is focused more on women. Low quality of counseling service is a factor that affects husbands in the use of contraception or in giving agreement to wife in using contraception. Objective: To study the role of postpartum contraceptive counseling toward husband’s participation in contraceptive use and other dominant factors that affect husband’s participation in contraceptive use. Method: Quasi experimental study using post test only control group design. The study site was Maternity Hospital in the city of Bandung. The intervention group comprised couples (husband and wife) who were given counseling while the control group was given contraception counseling for wives. Counseling was given prior to hospital discharge (between 1-3 days of postpartum) and follow up about type of contraceptive that would be used was done in the 45th day after delivery. Each group consisted of 112 samples. Data analysis used chi-square test with p < 0.05 and RR with 95% CI and multivariate analysis used logistic regression. Result: Postpartum contraceptive counseling for couples had a significant relationship statistically and practically with husband’s participation in contraceptive use with RR 1.5 and CI 1.30-1.74. Conclusion: Postpartum contraceptive counseling increased husband’s participation in contraceptive use.

Kata Kunci : Konseling kontrasepsi postpartum,Partisipasi pria,Penggunaan kontrasepsi,postpartum contraceptive counseling, husband’s participation, contraceptive use


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.