Laporkan Masalah

Hubungan konseling keluarga berencana dengan kelangsungan penggunaan kontrasepsi IUD di wilayah Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau

HARTINAH, Muji, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Meskipun Program KB telah dinyatakan cukup berhasil di Indonesia dan kontrasepsi IUD juga merupakan alat kontrasepsi yang cukup populer, namun masih banyak didapati diberbagai daerah penurunan penggunaan metode kontrasepsi IUD. Untuk itu harus dilakukan antisipasi dengan pelayanan Keluarga Berencana yang dilaksanakan secara bertahap, dengan pemberian konseling. Dari hasil studi pendahuluan, baik calon maupun akseptor sudah diberikan konseling KB, namun masih saja penggunaan IUD lebih kecil dibandingkan dengan metode kontrasepsi yang lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konseling KB dengan lamanya kelangsungan penggunaan metode kontrasepsi IUD. Metode: Menggunakan rancangan Cross–Sectional, dengan pendekatan kuantitatif dan didukung pendekatan kualitiatif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dan kelompok diskusi terarah. sampel penelitian berjumlah 92 0rang. Variabel bebas adalah konseling KB, Varabel terikat adalah Kelangsungan penggunaan IUD dan varibel luar terdiri dari umur ibu, pendidikan, paritas dan efek samping.. Analisa data dengan menggunakan uji Chi-square, serta analisis multivariabel dengan menggunakan regresi logistic dan Confidence Interval 95 %. Hasil: Hasil penelitian kuantitatif membuktikan konseling KB menunjukkan hubungan yang signifikan (P=0,000) serta mempengaruhi kelangsungan penggunaan IUD (RP= 2,11; 95%CI = 1,39-3,22). umur ibu juga menunjukkan hubungan yang signifikan (P=0.000) jumlah anak dan efek samping yang dialami juga menunjukkan hubungan yang signifikan (P=0,000) serta mempengaruhi kelangsungan penggunaan IUD ((RP= 1,87; 95%CI = 1,33-2,64).Hasil kualitatif menunjukkan bahwa provider harus lebih aktif dan meluangkan waktu yang lebih lama dalam memberikan konseling KB serta dengan menggunakan media. Kesimpulan: Konseling KB pada daerah penelitian sudah dilaksanakan, namun belum semua provider melaksanakan dengan baik. Ada hubungan yang bermakna antara konseling KB dengan penggunaan kelangsungan penggunaan metode kontrasepsi IUD

Background: Although Birth Control has been stated quite successful in Indonesia and IUD Contraceptive has been also quite popular contraceptive, but there is still reduction in application of IUD contraceptive method. Therefore, anticipation should be done by applying Birth Control one step at a time and by giving counseling. From previous study, both candidate and acceptor had been given counseling on Birth Control, but there is still less amount of IUD application compared to other method of contraceptives. Purpose: This research is aimed to acknowledge the prevalence of continuing IUD contraceptive method application to mother who already got counseling and some variable that related to the continuity. Method: the research is using Cross-sectional design by quantitative approach and qualitatif. The subject of the research was married women between the age of 15 and 49 years old who used IUD contraceptive. The number of respondent was 92 persons. Sample was taken by random-sampling technique. The researcher used Data analysis by chi-square test and multi-variable analysis by using logistic regression and confidence interval of 95%. Result: the quantitative research result had proven that birth control counseling demonstrated significant connection (P=0,000) and affected to the continuing of IUD application (RP=2,11 CI=1,39-3,22). The age of mother was also showed significant influence (P=0.000) Number of children and side effect experienced also showed significant connection (P=0,000) and it affected to the continuity of IUD application ((RP=1,87;95% CI=1,33-2,64). Qualitative result showed that the provider should be more pro-active and give more time in giving Birth control counseling and use minimum service standard. Inference: Birth control counseling in the site where the research conducted has been applied. Although, there were not all of the providers used minimum service standard. There was significant connection between Birth control counseling and the application of IUD contraceptive method.

Kata Kunci : Konseling,Kontrasepsi IUD,Kelangsungan penggunaan IUD,Counseling, IUD Contraceptive, Continuity of IUD application


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.