Analisis penggunaan obat pada pasien jamkesmas rawat jalan berdasarkan indikator penggunaan obat WHO 1993 di RSUD Gunung Jati Cirebon 2009
MOHAMAD, Jamal, Dr. Achmad Purnomo, Apt
2009 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPeresepan dan penggunaan obat merupakan orientasi utama pelayanan kesehatan. Menurut WHO, pengobatan yang rasional adalah pemberian obat yang sesuai kebutuhan pasien, dalam dosis yang sesuai dan periode waktu tertentu, serta dengan biaya serendah mungkin baik bagi pasien maupun komunitasnya. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur rasionalitas penggunaan obat adalah dengan menggunakan penilaian terhadap penggunaan obat, sehingga penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien JAMKESMAS rawat jalan di RSUD Gunung Jati Cirebon periode 2009. Penelitian bersifat deskriptif non eksperimental. Data untuk indikator peresepan diambil dengan melihat resep tahun 2008, sedangkan data untuk indikator pelayanan pasien dan indikator fasilitas kesehatan diambil dengan observasi langsung, yang selanjutnya dianalisis menggunakan indikator penggunaan obat WHO 1993. Sampel diambil dengan menggunakan metode Systematic Random Sampling dengan jumlah sampel untuk indikator peresepan adalah 600 (enam ratus) lembar resep sampel dan untuk indikator pelayanan pasien sebanyak 220 sampel yang terbagi selama 1 bulan (22 hari kerja) atau 10 sampel/hari. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan indikator peresepan WHO 1993, diperoleh hasil bahwa rata-rata jumlah item obat yang diresepkan per lembar resep sebesar 2,89 R/, persentase peresepan obat generik sebesar 66,49%, persentase peresepan antibiotik diperoleh hasil sebesar 11,46%, persentase peresepan sediaan injeksi 0,12%, dan persentase peresepan obat yang sesuai dengan formularium sebesar 81,81%. Hasil penelitian berdasarkan indikator pelayanan pasien, diperoleh hasil bahwa rata-rata waktu periksa dokter adalah 4 menit 14 detik, rata-rata waktu dispensing obat adalah 11 menit 36 detik, persentase obat yang benar-benar diserahkan sebesar 64,50%, persentase obat yang dilabel dengan benar sebesar 97,91%, dan persentase pasien yang paham akan cara penggunaan obat yang benar sebesar 78,44%. Dari hasil penelitian dengan menggunakan indikator fasilitas kesehatan diperoleh hasil bahwa di RSUD Gunung Jati Cirebon tersedia formularium rumah sakit (1), dan persentase ketersediaan obat-obat kunci sebesar 100,00%
Prescribing and use of drugs are the main orientation of the health care systems. According to WHO, the rational drug usage are the appropriate of patient drug needs, the certain doses and period of time, and the cheapest possible cost for the patients and community. One of parameters that can be used to measure the rational drug usage is evaluation of the drug usage of the certain period, the research’s objective are to find out the drug usage description toward JAMKESMAS outpatient at Gunung Jati Hospital Cirebon in the 2009 period. The research design is descriptive non-experimental. Data of prescribing indicators were taken from prescriptions in 2008, while data of patient care indicators and health facility indicators were taken by direct observation, then analyzed by using WHO drug use indicators. Samples were taken by using Systematic Random Sampling method with the number of samples for prescribing indicators is 600 (six hundred) encounters and for patient care indicators is 220 patients divided for 1 month (22 days) or 10 samples / day, respectively. Based on the research result by using WHO prescription indicator 1993, the result is that the average number of drug per encounter is 2,89 R/, the percentage of drugs prescribed by generic name is 66,49%, the percentage of encounters with an antibiotic prescribed is 11,46%, the percentage of encounters with an injection prescribed is 0,12%, and the percentage of drugs prescribed from formulary is 81,81%. Based on the patients service indicator research result, the result is that the average consultation time is 4 minutes 14 seconds, the average dispensing time is 11 minutes and 36 seconds, the percentage of drugs actually dispensed is 64,50%, the percentage of drugs adequately labeled is 97,91%, and the percentage of patient’s knowledge of correct dosage is 78,44%. From the research result using health facility indicator, it can be seen that in Gunung Jati Hospital Cirebon, there is hospital’s formularium (1), and the percentage of key drugs availability is 100,00%.
Kata Kunci : Analisis penggunaan obat,Indikator WHO 1993,RSUD Gunung Jati Cirebon,drugs usage analysis,WHO indicator 1993,Gunung Jati Hospital Cirebon