Analisis biaya dan pola penggunaan antibiotika pada pasien appendectomy di RSUD Saras Husada Purworejo
SUNARIYANTI, Endang, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiAppendicitis adalah penyakit yang jarang sembuh dengan spontan. Appendectomy dilakukan sebagai terapi pembedahan pada appendicitis dan merupakan operasi abdominal yang paling sering dilakukan. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat dapat meningkatkan biaya rumah sakit, biaya obat, toksisitas obat, resistensi antibiotika, dan biaya laboratorium. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan obat antibiotika dan biaya pada pasien appendectomy di RSUD Saras Husada Purworejo. Penelitian ini mengikuti rancangan observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Bahan penelitian meliputi kartu rekam medik, rincian biaya obat serta kuitansi pasien. Pengambilan data dilakukan pada pasien appendectomy yang berjumlah 85 pasien pada tahun 2007 di RSUD Saras Husada Purworejo dan analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik yang diberikan dan biaya terapi yang meliputi biaya akomodasi, biaya obat dan alat kesehatan, biaya jasa pelayanan, biaya penunjang medik dan biaya administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat yang digunakan pada pasien appendectomy adalah antibiotika, analgetika, antiinflamasi serta antiemetika. Antibiotika profilaksis yang paling banyak digunakan yaitu sefotaksim injeksi sebanyak 51 kasus (60,00%), dengan dosis 500 mg, dua kali sehari sedangkan untuk antibiotika pasca operasi yang paling banyak digunakan adalah sifprofloksasin oral sebanyak 41 kasus (48,24%) dengan dosis 250 mg, dua kali sehari. Lama pemberian yaitu berkisar antara 2 sampai 7 hari. Komponen biaya pasien appendicitis terdiri dari biaya akomodasi, biaya obat dan alat kesehatan, biaya jasa pelayanan, biaya penunjang medis dan biaya administrasi. Rata-rata besar biaya total berdasarkan jenis pelayanan untuk jenis pelayanan pasien umum untuk kelas perawatan VIP sebesar Rp 11.592.400,00 kelas I sebesar Rp 4.059.620,00 kelas II sebesar Rp 3.380.418,00 dan kelas III sebesar Rp 3.236.922,00. Besar biaya perawatan pelayanan pasien askes sosial kelas perawatan VIP sebesar Rp 7.419.173,00 kelas I sebesar Rp 5.157.133,00 kelas II sebesar Rp 2.601.930,00 dan kelas III Rp 1.555.409,00. Besar biaya pelayanan pasien askes miskin untuk kelas perawatan kelas III sebesar Rp 2.085.717,00. Hasil ketiga jenis pelayanan untuk komponen biaya rata-rata obat dan alat kesehatan pada pasien umum sebesar (51,01%-88,90%), pasien askes sosial (53,82%-89,81%) dan pasien askes miskin sebesar (55,93%) dari biaya total perawatan dan biaya rata-rata untuk penggunaan antibiotika yaitu sebesar 10% dari biaya total perawatan yang ada dirumah sakit RSUD Saras Husada Purworejo.
Appendicitis can rarely be cured instantly. Appendectomy is taken as a surgical therapy for appendicitis and an abdominal operation most commonly practiced. Inappropriate use of antibiotics can increase cost of hospital, drugs, drug toxicity, antibiotic resistance and laboratory. The study was undertaken to identify the pattern of antibiotic use and cost of appendectomy patients at Saras Husada Hospital Purworejo. The study used observational design and retrospective data. Research instruments consisted of medical records, details of drug cost and receipt. Data were obtained from 85 patients of appendectomy in 2007 at Saras Husada Hospital Purworejo and analyzed descriptively to get an overview of antibiotic drugs given and cost of therapy that consisted of cost of accommodation, drugs and medical device, service, medical support and administration. Drugs given to appendectomy patients were antibiotics, analgetics, antiinflammation and antiemetics. Prophylaxis antibiotics dominantly used was injected sefotaxim in 51 cases (60.00%) at 500 mg dosage twice a day whereas post operation antibiotics dominantly used was oral cyphrofloxacin in 41 cases (48.24%) at 250mg dosage twice a day. Duration of supplementation was between 2 to 7 days. Cost component of appendicitis patients consisted of accommodation, drugs and medical device, service, medical support and administration. Average total cost based on types of service for general patients was Rp 11.592.400,00 social askes patients was Rp 7.419.173,00 and poor askes patients was Rp 2.085.717,00. Average cost of drugs and medical device was 55.63% of total cost and average cost of antibiotic use was 10% of total cost of hospitalization at Saras Husada Hospital Purworejo.
Kata Kunci : Appendectomy, Obat, Biaya, RSUD Saras Husada Purworejo, cost of drug, RSUD Saras Husada Purworejo