Laporkan Masalah

Persepsi konsumen terhadap pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotik Kota Boyolali

DARMASILA, Budi Firdaus, Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA.Apt

2009 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Perkembangan Pelayanan Kefarmasian Indonesia pada dasawarsa terakhir menunjukkan kemajuan yang baik. Ketersediaan obat produksi dalam negeri, peningkatan jumlah pendidikan tinggi farmasi, dan regulasi pemerintah mendorong pertumbuhan jumlah apotek di Boyolali. Standar pelayanan kefarmasian di apotek yaitu pelayanan resep, pelayanan pengobatan mandiri, pelayanan konsultasi dan informasi obat, serta evaluasi penggunaan dan monitoring efek samping obat. serta evaluasi penggunaan dan monitoring efek samping obat. Peningkatan jumlah apotek dan apoteker seharusnya memperbaiki kualitas pelayanan kefarmasian,sehingga persepsi masyarakat terhadap apotek dalam menjalankan pelayanan kefarmasian semakin baik. Penilitian bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen yaitu masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian di apotek kota Boyolali. Penelitian merupakan penelitian deskriptif, menggunakan kuesioner. Persepsi konsumen dibedakan menjadi 4 dimensi, yaitu manfaat relatif, kompatibilitas, kemudahan akses pelayanan, dan image. Pengambilan sampel dengan cara accidental sampling di setiap apotek yang ada di dalam kecamatan kota Boyolali dengan menggunakan kuesioner persepsi konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek. Data yang diperoleh diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian hasil pertanyaan yang valid dan reliabel dianalisis guna mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan persepsi konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek kota Boyolali sudah cukup baik, tetapi belum optimal. Masyarakat belum memiliki persepsi yang baik terhadap pelayanan pengobatan mandiri, pelayanan informasi dan konsultasi obat yang belum sesuai dengan harapan kompetensi apoteker di apotek. Masyarakat medapatkan kemudahan akses dalam memperoleh infomasi dengan lengkap mengenai kesehatan dan obatobatan. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh apotek belum mampu menciptakan gambaran yang baik atas jasa layanan kesehatan yang diberikan bagi masyarakat.

Indonesian pharmaceutical service at last a decay show good progress. Availibility of domestic product drug, the amount of pharmacy faculty, and governmental regulation push growth of the pharmacy in Boyolali. Pharmaceutical standard service in the pharmacy wich is covered recipe service, self medication service, drug consultancy and drug information service, and also evaluate usage of drug and monitoring side effect. Increasing the amount of aphotecary and the pharmacy ought improve the quality of pharmacy service, so that society perception to the pharmacy in pharmaceutical service become progressively goodness. This research aim to see consumer perception is a society to existence of pharmaceutical service in the pharmacy in Boyolali. This research represent descriptive research, using using a questionnaire with Likert-scale method. Perception differentiated to become 4 dimension, that is benefit relative, compatibility of expectation, amenity access service, and image. The spreading of questionnaire conducted by accidental sampling from every the pharmacy in Boyolali city by using questionnaire Boyolali consumer perceptions of pharmacy services at pharmacies. Obtained data has been analyzed for validity and reliability. The valid and reliable question analyzed to get the result of this research. This research indicated the consumer’s perception to pharmaceutical service in the pharmacy in Boyolali is enough, but not yet optimal. Society don’t have a good perception of self-treatment services, consulting services and medication information that has not been in line with expectations of aphotecary competence in the pharmacy. Earn society in gaining easy access to comprehensive information about health and medicine. This indicates that pharmacy services performed by the pharmacy has not been able to create a good descriptive of the health services provided to the community.

Kata Kunci : Pelayanan kefarmasian,Apotek,Apoteker,Persepsi,pharmaceutical service,the pharmacy,aphotecary,perception


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.