Karakteristik batubara dan pengaruhnya terhadap proses konversi dengan menggunakan metode hidrogenasi katalitik :: Studi kasus batubara Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat
TALLA, Harli, DR. D. Hendra Amijaya, ST., MT
2009 | Tesis | S2 Teknik GeologiPenelitian pencairan batubara ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh karakteristik batubara dan pengaruh kondisi oprasi (temperature) terhadap hasil konversi pencairan dengan menggunakan metode hidrogenesasi katalitik. Sampel batubara yang digunakan adalah Sorong (Papua Barat) dengan peringkat lignit yang dikomparasikan dengan batubara Eco-coal (Kalimantan Selatan) dengan peringkat sub bituminus. Proses pencairan dilakukan dalam sebuah otoklaf yang berkapasitas 5 liter dengan menggunakan pelarut antrasen dan katalis bijih besi asal Kalimantan Selatan serta variasi suhu yakni 375°C, 400°C, 425°C, 450°C. Perbandingan berat pelarut/batubara adalah 3/2, sementara tekanan awal hydrogen ditetapkan 100 bar. Hasil analisa proksimat dan ultimat kedua batubara menunjukan karakter yang berbeda. Batubara Sorong merupakan batubara peringkat rendah (lignit) dengan nilai kalor 4090 kal/gr, banyak mengandung air dan mineral pirit. Batubara Eco-coal peringkat sub-bitumin nilai kalor 4669 kal/gr. Hasil analisa maseral batubara Sorong memperlihatkan maseral vitrinit yaitu 77,8%vol dan eksinit 3,8 %vol. Vitrinit batubara Eco-coal yaitu 72,0%vol dan eksinit hanya 1,6%vol. Hasil pencairan memperlihatkan perbedaan antara batubara Sorong dan batubara Eco-coal. Batubara Sorong konversi pencairan tertinggi sebesar 89,94% dan konversi terendah sebesar 53,15% sedangkan batubara Eco-coal konversi tertinggi sebesar 87,28% dan korversi terendah sebesar 50,85%, terjadinya perbedaan konversi karena batubara Sorong mempunyai rasio H/C tinggi dan mengandung banyak grup maseral yang mudah cair seperti inertinit dan liptinit/ eksinit serta struktur batubara peringkat rendah biasanya tersusun oleh ikatan-ikatan lemah yang mudah putus dengan perlakuan termal. Batubara Sorong konversi cair tertinggi 89,94% pada temperatur 400°C dan batubara Eco-coal konversi cair tertinggi 87,28% pada temperature 450°C, perbedaan temperature maksimum pencairan nataran batubara Sorong dan batubara Eco-coal karena pengaruh mineral pirit pada batubara Sorong yang bersifat katalis yang mendorong percepatan reaksi pasa temperatur awal dan akhirnya mancapai temperatur kritis(puncak konversi) pada temperatur rendah
This coal liquefaction or Research is aimed to study coal characteristic influence and operating condition influence (temperature) to result of liquefaction conversion by using catalytic hydrogenation method. Coal sample applied is Sorong coal (West Papua) with lignite rank and its comperator is Eco-coal (south Kalimantan) with rank sub bituminous . liquefaction process done in an autoclave having capacities 5 litre by using solvent antrasen and iron ore catalyst of South Kalimantan and temperature variation (is 375°C, 400°C, 425°C, 450°C ). Comparison of weight solvent/coal is 3/2, where as hydrogen blank- off pressure is specified by 100 bars. The resultof proximity and ultimate analysis of the two coals showed different character. Sorong coal is low rank of coal (lignite) with caloric value of 4090 cal/gr, contains much water and pyrite mineral. Eco-coal is bituminous rank caloric value is 4669 cal/gr. The result of maseral analysis of Sorong coal showed its vitrinite was only 1.6% vol. Result of liquefaction shows difference between Sorong coal and Eco-coal. Sorong coal has highest liquefaction conversion is 89,94% and low conversion is 53,15% while Eco-coal highest liquefaction conversion is 87,28% and low conversion is 50,87%, the happening of difference of conversion because Sorong coal has high H/C ratio and contains many groups maceral which is easy melted like inertinit and liptinit/ eksinit and low rank coal structure usually lapped over by light tryings which easy broken with treatment is mall. Highest liquid conversion Sorong coal of 89,94% at temperature 400°C and Eco-coal highest liquid conversion of 87,28% at temperature 450°C, difference of temperature maximum conversion between Sorong coal and Eco-coal because pyrite mineral influence at Sorong coal is having the character of catalyst and pushing acceleration reaction of at initial temperature and finally reachs critical temperature (conversion top) at low temperature .
Kata Kunci : Batubara,Karakteristik batubara,Hidrogenasi katalitik,Batubara Sorong, Coal, coal characteristic, catalytic, hydrogenation, Sorong coal, Eco-coal, percentage of liquefaction conversion, liquefaction maximum temperature