Klasifikasi pohon keputusan untuk kajian perubahan penggunaan lahan Kota Semarang menggunakan Citra Landsat TM-ETM plus
INDRAWATI, Like, Dr. Hartono, DEA
2009 | Tesis | S2 GeografiPenelitian ini mengambil lokasi di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah : (1) membandingkan tingkat akurasi peta penggunaan lahan hasil klasifikasi pohon keputusan dengan peta penggunaan lahan hasil klasifikasi kemiripan maksimum; (2) inventarisasi penggunaan lahan Kota Semarang menggunakan metode klasifikasi yang memiliki akurasi tertinggi pada data citra Landsat multiwaktu ; (3) mengkaji perubahan penggunaan lahan Kota Semarang hasil klasifikasi yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi pada citra multiwaktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan klasifikasi pohon keputusan untuk pemetaan penggunaan lahan yang menggabungkan 6 saluran spektral citra Landsat TM/ETM+ path/row 120/65 perekaman tahun 1994, 2002 dan 2006 dengan layer pendukung lain, yaitu : peta-peta hasil Transformasi Kauth dan Thomas, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), NDBI (Normalized Difference Building Index), Indeks Vegetasi, serta data spasial seperti peta bentuklahan, peta tanah, peta elevasi dan peta lereng. Sebagai pembanding dipilih klasifikasi kemiripan maksimum untuk menghasilkan peta penutup lahan yang selanjutnya dibantu peta bentuklahan diturunkan menjadi peta penggunaan lahan. Klasifikasi penggunaan lahan yang digunakan memiliki dua tingkat kerincian yang berbeda yaitu untuk skala 1 : 100.000 dan 1 : 250.000. Hasil dari kedua metode di atas selanjutnya dibandingkan tingkat akurasi keseluruhan, akurasi pengguna, dan akurasi produser serta Indeks Kappa. Tingkat akurasi yang tertinggi akan dijadikan sebagai data untuk inventarisasi penggunaan lahan Kota Semarang. Metode selanjutnya adalah mengkaji perubahan penggunaan lahan Kota Semarang secara visual menggunakan jaringan jalan dan Peta RTRW Kota Semarang Tahun 2000-2010. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa peta penggunaan lahan hasil klasifikasi pohon keputusan memiliki tingkat akurasi keseluruhan (overall accuracy) serta Indeks Kappa yang lebih tinggi daripada hasil klasifikasi kemiripan maksimum dan klasifikasi penggunaan lahan tingkat I memiliki akurasi yang lebih baik daripada klasifikasi penggunaan lahan tingkat II. Untuk klasifikasi tingkat I pada peta tahun 1994 diperoleh akurasi 54,14% dengan indeks Kappa 0,4822 untuk klasifikasi kemiripan maksimum dan akurasi 66,34% dengan indeks Kappa 0,6256 untuk klasifikasi pohon keputusan. Pada peta tahun 2002 diperoleh hasil akurasi keseluruhan 75,12% dengan indeks Kappa 0,713 untuk klasifikasi kemiripan maksimum dan akurasi 81,46% dengan indeks Kappa 0,787 untuk klasifikasi pohon keputusan. Pada peta tahun 2006 diperoleh akurasi keseluruhan 78,05% dengan indeks Kappa 0,7641 untuk klasifikasi kemiripan maksimum dan akurasi 82,45% dengan indeks Kappa 0,805 untuk peta penggunaan lahan hasil klasifikasi pohon keputusan. Perubahan penggunaan lahan di Kota Semarang mengarah pada berkurangnya lahan pertanian dan perkebunan dan bertambahnya permukiman dan industri.
This study is located in the Semarang City. This aim of this study is: (1) compare of land use map accuration produced decision-trees classification and maximum likelihood classification; (2) invetory of the Semarang City land use applying for the classification method that has the highest accuracy; (3) study of land use change in the Semarang City applying for classification that has higher accuracy level The method that was applied in this study using decision tree classification for mapping of land use and combine 6 spectral channel of digital images of Landsat TM/ETM+ path/row 120/65 recording in year of 1994, 2002 and 2006 with other supporting layers, that is : maps of Kauth and Thomas Transformation, map of NDVI ( Normalized Difference Vegetation Index), map of NDBI ( Normalized Difference Building Index), map of vegetation index; and also spasial data such as landform map, soil map, slope map, and elevation map. As comparator the maximum likelihood classification is selected to produce land cover map later on assisted by landform map to generate land use map. Land use classification which was applied has different two-stage of the detail for scale of 1 : 100.000 and 1 : 250.000. Furthermore, the result of both method are on the next one compared by the level of the accuration in overall accuracy, users accuracy, and produsers accuracy, and also Kappa Index. The highest level of accuracy will be made as a data for stocktaking of land use of the Semarang City. The next method is study of land use change in Semarang City based on visual analysis using street network and Map of RTRW Semarang City year of 2000-2010. This result on this study indicate that the landuse map of decision tree classification on overall accuracy and Kappa Index was higher than landuse map of result maximun likelihood classification and land use classification of level I. It have accuration which better than land use classification of level II. The accuracy of level I Classification at map year 1994, for maximum likelihood classification obtained is 54,14% that have Kappa index is 0,4822, and the accuracy for decision tree classification is 66,34% with Kappa index 0,6256. The accuracy of map year 2002 for maximum likelihood classification obtained is 75,12% that have Kappa index 0,713, and for decision tree classification accuration of 81,46% that have Kappa index 0,787. At map year 2006 for maximum likelihood classification obtained is overall accuration of 78,05% that have Kappa index 0,7641 and for decision tree classification accuration of 82,45% that have Kappa index 0,805. Change of land use in Semarang City instruct the descent of plantation and agricultural land and increasing of setlement and industrial.
Kata Kunci : Klasifikasi pohon keputusan,Klasifikasi kemiripan maksimum,Penggunaan lahan,Perubahan penggunaan lahan, decision tree classification, maximum likelihood classification, land use, land use change