Pengaruh bentuk dan tekanan pengempaan terhadap karakteristik pembakaran biobriket cangkang biji nyamplung (Calophyllum inopyllum L)
WIDYAWAN, Morrit, Ir. Moh. Fahrurrozi, M.Sc., Ph.D
2009 | Tesis | S2 Magister Sistem TeknikSeiring dengan laju pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya jumlah penduduk maka sacara tidak langsung berdampak pada peningkatan konsumsi energi. Keadaan ini akan mengakibatkan menipisnya cadangan sumber energi terutama minyak bumi yang merupakan sumber energi tak terbarukan (non renewable). Beberapa alternatif telah dikembangkan dalam rangka mengatasi menipisnya cadangan sumber energi. Salah satunya yaitu dengan mencari bahan pengganti sumber energi terutama minyak bumi. Cangkang biji nyamplung merupakan limbah dari pembuatan minyak nyamplung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh bentuk atau dimensi serta tekanan pengempa terhadap laju pembakaran biobriket cangkang biji nyamplung. Bahan baku pembuatan briket arang pada penelitian ini berasal dari limbah padat cangkang biji nyamplung. Parameter yang dipelajari adalah perlakuan bahan baku dan tekanan pengempaan. Proses pembuatannya dimulai dengan karbonisasi cangkang biji nyamplung dalam retort yang di masukkan di dalam metal kiln. Kemudian hasil karbonisasi tersebut dihancurkan dan disaring menggunakan saringan dengan ukuran 18 mesh. Perekat terbuat dari 0,8 kg air dan 0,05 kg tepung kanji untuk 1 kg arang yang telah dihaluskan. Selanjutnya campuran tersebut dikempa dengan menggunakan alat pres bertekanan dengan 3 bentuk cetakan yaitu silinder pejal, silinder setengah berlubang dan silinder berlubang. Selanjutnya briket diuji kadar air, kadar abu, kadar karbon terikat, kerapatan dan nilai kalornya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biobriket dengan bentuk silinder berlubang mempunyai kecenderungan waktu penyalaan yang lebih cepat dibandingkan dengan biobriket bentuk silinder pejal maupun silinder setengah berlubang dan dapat terlihat juga bahwa biobriket dengan tekanan pengempaan terendah yaitu sebesar 32 kg/cm2 mempunyai kecenderungan waktu penyalaan yang lebih cepat juga dibandingkan biobriket dengan tekanan pengempaan yang lebih besar ( 64 kg/cm2 dan 96 kg/cm2). Ini disebabkan karena biobriket yang mempunyai luas penampang kontak besar dan porositas tinggi mempunyai kadar air yang lebih rendah sehingga mempunyai waktu penyalaan yang lebih cepat
The increasing of economic and population growth automatically influence the energy consumption. This condition will decrease the energy source especially oil fuel which is non renewable energy source. Some alternative have been developed in order to cope with the scarcity of energy source which one of them is by finding substitute materials for oil as an energy source. Laurel nut shell is a waste produced from the processing of laurel nut oil. The objective of this research is to find out the effect of dimension and pressure for the burning time of laurel nut shell briquette. The raw material used in the research is waste of laurel nut oil processing. The parameters studied include dimension and pressure. The process began with laurel nut shell carbonization in the retort which was put into kiln drum. The charcoal was crushed and screened using 18 mesh screen. The glue was made from 0.8 kg water and 0.05 kg starch for 1 kg of charcoal. The next process was pressing the mixture with press hydraulic which has 3 shapes of mold, that are cylinder, half holed cylinder and holed cylinder. The parameters observed include moisture content, ash content, fixed carbon, density and heating value. The result of the research shows that holed cylinder briquette has quicker flashing time than briquette with cylinder and half holed cylinder shapes. Briquette with lowest pressure (32 kg/cm2) has quicker flashing time than briquette with higher pressure (64 kg/cm2 and 96 kg/cm2). The quicker flashing time may be caused by higher porosity, higher specific are and lower water content.
Kata Kunci : Limbah padat,Cangkang biji nyamplung,Metal kiln dan retort,Arang,Briket, Laurel nut shell, kiln and retort metal, charcoal and briquette