Laporkan Masalah

Analisis koefisien absorbsi bunyi beton ringan berbahan baku batu apung dari Lombok

AMRULLAH, Apip, Prof. Dr. Ir. Iman Satyarno, ME

2009 | Tesis | S2 Magister Sistem Teknik

Seiring dengan dengan kemajuan teknologi serta perkembangan infrastruktur yang berkembang pesat, khususnya dalam hal arsitektur bangunan, serta adanya industri-industri yang tidak lepas dari kebisingan, menuntut kita untuk melakukan penanggulangan terhadap hal tersebut. Salah satu yang bisa dilakukan untuk menanggulangi hal ini terutama hal kebisingan adalah pemanfataan batu apung yang dijadikan sebagai bahan peredam bunyi. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah batu apung yang berasal dari Lombok, dengan kriteria yang diutamakan adalah berwarna abu-abu muda atau hampir putih, dan memiliki massa jenis < 1 Kg/m3. Variasi komposisi campuran yang dilakukan yakni variasi antara komposisi semen, batu apung serta abu batu apung sebagai pengganti pasir. Variasi komposisi campuran antara lain 1 : 6 (1 semen : 6 abu : 0 batu apung, 1 semen : 3 abu : 3 batu apung, 1 semen : 0 abu : 6 batu apung), 1 : 8 (1 semen : 8 abu : 0 batu apung, 1 semen : 4 abu : 4 batu apung, 1 semen : 0 abu : 8 batu apung) serta 1 : 10 (1 semen : 10 abu : 0 batu apung, 1 semen : 5 abu : 5 batu apung, 1 semen : 0 abu : 10 batu apung). Pengujian redaman bunyi atau koefisien absorbsi bunyi dilakukan dengan menggunakan alat standing wave tube dengan variabel pengujian yakni komposisi campuran, pengaruh abu hasil cruser sebagi penggati pasir terhadap koefisien absorbsi bunyi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variasi komposisi campuran sangat berpengaruh terhadap besarnya koefisien absorbsi bunyi. Pada penelitian, komposisi 1 : 6, 1 : 8 serta 1 : 10 khususnya variasi komposisi campuran antara semen dan batu apung memiliki koefisien absorbsi bunyi (α) yang tinggi yakni 0,94-0,97 pada frekuensi 8000 Hz. Dari ketiga variasi komposisi tersebut, yang terbaik adalah kompoisi campuran dengan perbandingan 1 : 6 (1 semen : 6 batu apung) dengan α = 0,98 pada frekuensi 8000 Hz dan dapat diaplikasikan dilingkungan pabrik yang menggunakan alat-alat boyler. Pada komposisi campuran 1 : 6, 1 : 8 dan 1 : 10, dengan variasi penambahan abu batu apung dan batu apung atau hanya menggunakan batu apung, memiliki koefisien absorbsi berkisar antara 0,01-0,96. Pada komposisi 1 : 6. 1 : 8 dan 1 : 10 (semen : pasir) mimiliki koefisien absorbsi terbaik yakni pada perbandingan 1 : 10 sebesar 0,98 pada frekuensi 4000 Hz (frekuensi sedang) beda halnya dengan perbandingan semen : batu apung yang berada pada frekuensi tinggi 8000 Hz.

By the development in technology especially in architecture and industry with its noise activity, encourage us to do some efforts to solve noise problem. One might done is utilize pumice as noise absorber. Raw material used in this reaserch is pumice from Lombok Island especially the grey or almost white type with density less than 1 kg/m3. Mixing compotsition variation between cement composition, pumice and pumice ash as sand subtitution, with comparison mixing composition at 1 : 6 ( 1 cemen : 6 ash : 0 pumice ; 1 cement : 3 ash : 3 pumice ; 1 cement : 0 ash : 6 pumice ) ; 1 : 8 ( 1 cement : 8 ash : 0 pumice ; 1 cement : 4 ash : 4 pumice ; 1 cement : 0 ash : 8 pumice) ; 1 : 10 ( 1 cement : 10 ash : 0 pumice ; 1 cement : 5 ash : 5 pumice ; 1 cement : 0 ash : 10 pumice). Sound absorbtion coefisien are measured by standing wave tube apparatus. The result of the research indicates that mixing composition affects the sound absorbtion coefisien. Reaserch shows taht 1 : 6, 1 :8 and 1 : 10 comparison especially mixing composition between cement and pumice haas a hight level sound absorbtion coefisien which is 0.94-0.977 in 8000 Hz frequency. Among those three composition variation, the best mixing composition is 1 : 6 ( 1 cemen : 6 pumice ) with α = 0.977 and 8000 Hz frequency. Coparison at 1 : 6, 1 : 8 and 1 : 10, with additional pumice ash and pumice or only pumice used has absorbtion coefisien between 0.01-0.96. Comparison at 1 : 6, 1 : 8 and 1 : 10 ( cement : sand ) has the best absorbtion coefisien at comparation 1 : 10 which is 0.98 with 4000 Hz frequency (middle level frequency) different with comparison cement : pumice with frequency at 8000 Hz.

Kata Kunci : Panel dinding,Batu apung,Abu batu apung,Koefisien absorbsi bunyi, pannel, pumice, pumice ash, sound absorbtion coefisien


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.