Pengaruh pembangunan hutan tanaman unggulan lokal terhadap perubahan laju erosi permukaan pad areal eks HPH PT. Angkawijaya Raya Timber di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara
YUWONO, Teguh Gatot, Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto
2009 | Tesis | S2 Teknik SipilPengelolaan kawasan hutan produksi terbatas oleh HPH PT. Angkawijaya Raya Timber pada pelaksanaannya mengakibatkan degradasi hutan karena tidak melaksanakan kewajiban pengelolaan hutan lestari. Setelah berakhir masa operasinya HPH, kondisi kawasan hutan produksi terbatas sangat memprihatinkan. Keadaan tersebut bertambah buruk dengan perambahan hutan oleh masyarakat pada kawasan hutan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji laju erosi dan kelas bahaya erosi pada kondisi eksisting di lokasi kegiatan Pembangunan Hutan Tanaman Unggulan Lokal (PHTUL). Di samping itu mengkaji pengaruh kondisi penanganan PHTUL yang terbagi dalam beberapa tahapan (Tahap 1, Tahap 2 dan Tahap 3) terhadap laju erosi permukaan. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi dan gambaran tentang pengaruh adanya kegiatan PHTUL terhadap laju erosi permukaan di areal eks HPH PT. Angkawijaya Raya Timber, serta kajian teknis sebagai bahan masukan dalam menerapkan kebijakan tentang pola konservasi. Untuk perhitungan laju erosi permukaan dalam penelitian ini digunakan persamaan Modified Universal Soil Loss Equation (USLE), dengan bantuan program GIS ArcView versi 3.3 untuk pembuatan peta unit lahan (dengan proses overlay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi permukaan kondisi eksisting sebesar 142 ton//ha/tahun atau 12 mm/tahun dengan klasifikasi bahaya erosi ringan sampai dengan berat. PHTUL Tahap 1 laju erosi yang terjadi sebesar 98 ton/ha/tahun atau 8 mm/tahun dengan klasifikasi ringan dan sedang. Tahap 2 terhitung laju erosi sebesar 74 ton/ha/tahun atau 6 mm/tahun dengan klasifikasi ringan dan sedang. Tahap 3 laju erosinya adalah 41 ton/ha/tahun atau 3 mm/tahun dengan klasifikasi sangat ringan dan ringan.
Management of limited forest zone production by Angkawijaya Raya Timber Ltd. in it’s implementation left degradation of forest due to inconsistency in conducting a sustainable forest management. State of limited forest zone production was miserable at post operation of forest extracting right. State of erosion worse in addition forest zones encroachment by surrounding communities. The aim of this research is to study acceleration and level of erosion hazard state within the area of Local Prime Planted Forest Development (LPPFD). In addition to study how this LPPFD managed through the development stages (Stage 1, Stage 2 and Stage 3) in the account of sheet erosion acceleration. Benefit of the research is expected to present information and description regarding the effect of LPPFD activities to sheet erosion acceleration within the area of former Forest Extracting Right by Angkawijaya Raya Timber Limited and technical study to support input for the application of policy on conservation pattern. Sheet erosion accounting was developed with Modified Universal Soil Lost Equation (USLE) and supported by GIS ArcView verse 3.3 to construct land map unit by overlay process. Research showed that current sheet erosion acceleration state was 142 ton/ha/year or 12 mm/year with erosion hazard level classified as light to heavy. During stage 1 LPPFD, erosion acceleration was 98 ton/ha/year or 8 mm/year with classification of light and moderate. Stage 2 LPPFD where erosion account of 74 ton/ha/year or 6 mm/year classified as light and moderate level of hazard. Stage 3 LPPFD where erosion acceleration accounted was 41 ton/ha/year or 3 mm/year with the level of hazard classified as very light and light.
Kata Kunci : Erosi,Konservasi,GIS,PHTUL, Erosion, Conservation, LPPFD.