Laporkan Masalah

Studi konfigurasi bangunan pada rumah hunian pasca gempa di Bantul Yogyakarta menggunakan alat accelerometer GPL-6A3P

HARIYADI, Agus, Dr. Ir. A. Sarwadi, M.Eng

2009 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 mengakibatkan kerusakan yang sangat parah terutama rumah hunian yang berada di daerah Bantul. Banyak korban peristiwa ini yang meninggal dan terluka parah akibat tertimpa material bangunan dan tertimbun di dalam rumah ketika berusaha menyelamatkan diri keluar dari dalam rumah. Untuk dapat mengurangi jatuhnya korban jiwa akibat kerusakan bangunan, perlu dibangun rumah hunian yang memiliki ketahanan yang cukup dan mampu melindungi penghuninya ketika terjadi gempa bumi. Ketahanan sebuah bangunan tidak dapat dilepaskan dari keadaan tanah tempat lokasi bangunan itu didirikan yang akan memberikan daya dukung terhadap bangunan hunian. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hubungan konfigurasi bangunan dengan ketahanan bangunan dan daya dukung tanah sehingga dapat digunakan sebagai guideline dalam membangun rumah hunian. Metode yang digunakan untuk menganalisa ketahanan tanah dan bangunan adalah dengan mengukur frekuensi alami tanah dan bangunan dengan menggunakan alat Accelerometer GPL-6A3P. Daerah yang menjadi lokasi penelitian ini adalah Dusun Wukirsari Desa Pundong Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul dan dibedakan menjadi 2 yaitu: daerah berbukit dan daerah datar. Berdasar hasil pengukuran dengan menggunakan alat Accelerometer GPL-6A3P, rumah hunian di lokasi penelitian dapat dibedakan menjadi 3 kategori yaitu: aman, rawan, dan bahaya. Secara keseluruhan, berdasar analisis dan pembahasan data dengan menggunakan metode statistik, elemen konfigurasi bangunan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap ketahanan bangunan, yaitu dengan memberikan kontribusi sebesar 73%. Untuk daerah berbukit, frekuensi alami tanah memiliki nilai yang kurang stabil disebabkan oleh karakter tanah kerasnya, sehingga pada analisis statistik tidak muncul elemen yang terdeteksi memiliki pengaruh dominan terhadap status bangunan. Untuk daerah datar, elemen konfigurasi yang memiliki pengaruh cukup signifikan terhadap status ketahanan bangunan adalah bentuk kotak dan tinggi dari proporsi bangunan.

Yogyakarta earthquake which happened on May 27, 2009 had destroyed many building especially houses in Bantul area. Many victims from this disaster had died and wounded because of the collapse of building structures and building materials when they tried to escape from the inside of the building. To reduce the number of victims because of buildings damages, It’s necessary to build houses which have enough strength to protect the occupant when earthquake happen.. Building strenght cannot be sepparete from the soil strenght on the location where building will be build. Building strenght will be depend on Its bearing capacity. This reasearch was done to identify the correlation beetwen building configuration with building strenght and soil bearring capacity which could be define as guideline to build houses in Penelitian ini dilantul area. The method to analyze building and soil strenght was by measured the natural frequency of the building and the soil with Accelerometer GPL-6A3P device. Location of the research was Wukirsari Sub-district of Pundong District of Imogiri Bantul area which divide into 2 area: hilly area and flat area. Based on result of the Accelerometer GPL-6A3P, houses in this location can be divide into 3 category: save, unsave and danger. Based on data study and analysis using statistic method, all of the building configuration elements have contribute to the building strength and the contribution is about 73%. In the hilly area, natural frequency of the soils are not stable because of the characteristic of the hard soil, and from the statistic analysis It hasn’t showed that any building configuration have dominant influence to the building strength. In the flat area, building configuration elements which have dominant influence to the building strength are square shape and height of the building proportion

Kata Kunci : Gempa bumi,Konfigurasi bangunan,Ketahanan bangunan,Frekuensi alami


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.