Laporkan Masalah

Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo

NUGROHO, Ari Setyo, Ir. Suryanto, MSP

2009 | Tesis | S2 MPKD

Pendidikan non formal dapat dijadikan sebagai pelengkap, penambah ataupun pengganti pendidikan formal yang ada pada suatu daerah. Hal ini disebabkan karena tingkat fleksibilitas yang tinggi dari pendidikan non formal. Salah satu jenis pendidikan non formal adalah pendidikan kecakapan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup yang diselenggarakan di Sanggar Kegiatan Belajar Kulon Progo, sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat (community development) di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup di SKB Kulon Progo dengan menggunakan pendekatan penelitian induktif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan kecakapan hidup yang diselenggarakan oleh SKB Kulon Progo berkontribusi pada proses pemberdayaan masyarakat melalui pemberian kesempatan mendapatkan pendidikan kepada masyarakat tidak mampu, memberikan bekal keterampilan yang bisa digunakan untuk mendaatkan pekerjaan dan pendapatan yang layak untuk meningkatkan kesejahteraan diri mereka dan keluarga. Lebih lanjut, tamatan pendidikan kecakapan hidup yang berwirausaha mampu merekrut masyarakat di sekitarnya untuk ikut mengembangkan diri menjadi masyarakat yang lebih mampu. Penelitian ini merekomendasikan bahwa model pendidikan ini dapat dikembangkan oleh pihak-pihak lain, baik pemerintah atau non pemerintah, untuk lebih mempercepat prosespemberdayaan yang terjadi di masyarakat

Non formal education can be used as a complementary, addition, or subtituter of formal education in the region. This is because of the high flexibility level of non formal education. Live skill education is such kind of non formal education, focusing on giving some special skills, in order to be used in getting proper job and income. The purpose of this research is to identify the implementation of live skill education in SKB Kulon Progo, as an element of community empowerement process in Kulon Progo district. This research also intens to describe the implementation of live skill education, using inductive qualitative method. This research conclude that live skill education managed by SKB Kulon Progo could contribute to community empowerement process by giving chance getting education for powerless community to learn, and also by giving live skill to get proper job and income so that they can increase their self and their family prosperity. Besides they can also get a kind of graduation in live skill education which can make their own job and they are able to recruite people on their surrounding to join them, so that they will be a more proper people and they can be more phrosperous individu This research are suggested that such eduvation program could developed by all people, goverement and non government to support community empowerement process.

Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat,Pendidikan kecakapan hidup, community empowerement, live skill education


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.