Identification of suitable areas for reforestation to suport reducing emission from deforestation forest degradation (REDD) mechanism in Gunungkidul Regency Yogyakarta Indonesia
DIANSARI, Erwinda, Ir. Subaryono, M.A., Ph.D
2009 | Tesis | S2 MPKDDeforestasi dan degradasi hutan memainkan peranan yang sangat penting sebagai salah satu penghasil gas rumah kaca. Ketika pohon dibakar, dihancurkan, mengalami deforestasi atau di tebang, pohon menjadi salah satu sumber gas rumah kaca sebagai akibat pelepasan karbon ke atmosfer. Tingginya kebutuhan masyarakat lokal akan produk kehutanan dan ketidakberlajutan pengelolaan sumberdaya hutan semakin mempercepat terjadinya deforestasi dan degradasi sumberdaya hutan baik secara kualitas maupun kuantitas. Untuk mengatasi tingginya tekanan pada lahan hutan dan merespon dunia internasional terkait dengan perubahan penutupan lahan dan aktifitas kehutanan, strategy untuk melibatkan pengelolaan hutan bersama masyrakat sangatlah penting didalam mengatasi perubahan iklim secara global. Hingga kini, telah ada suatu kesempatan baru bagi masyarakat hutan untuk terlibat di dalam mekanisme REDD. Untuk itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi areal-areal hutan yang terdeforestasi dan mengembangkan kriteria untuk identifikasi kesesuaian lahan untuk aktifitas reforestasi berdasarkan evaluasi terhadap kebijakan dan kriteria yang telah diterapkan oleh pemerintah dan juga berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh komunitas. Penelitian ini juga berusaha untuk mempelajari lebih jauh tentang pengelolaan hutan kemasyrakatan sehingga dapat beradaptasi dengan persyaratan mekanisme REDD dan partisipasi masyarakat sehingga mendapatkan keuntungan sebagai kompensasi untuk memperbaiki kehidupan mereka. Berdasarkan hasil klasifikasi citra satalit penginderaan jauh terlihat bahwa selama periode 1999-2006 lahan hutan terdeforestasi di Kabupaten Gunungkidul seluas 8841,21 Ha (55 %), diikuti dengan penurunan lahan pertanian seluas 3207,15 Ha (3,5%). Akurasi pemetaan dari citra tahun 2006 adalah 73,72%. Areal terdeforestasi paling banyak dijumpai di bagian Selatan dan Barat Laut dari wilayah penelitian. Penentuan areal untuk reforestasi menggunakan metode Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE). Peta kesesuaian lahan menunjukkan bahwa areal-areal yang sesuai untuk reforestasi terdistribusi di bagian Selatan dari wilayah penelitian dan menjadi prioritas area untuk reforestasi. Sejalan dengan persyaratan REDD, beberapa peraturan internal dari kelompok masyarakat petani hutan kemasyrakatan juga di pelajari. Hal-hal terkait dengan isu yang perlu di telaah adalah perhitungan karbon, strategi penguranan emisi, hak kepemilikan karbon dan hak-hak masyrakat
Deforestation and forest degradation play a significant role in producing the Green House Gases (GHGs). When forest and woodland are burnt, destroyed, deforested or harvested, the tree becomes a source of GHGs as the carbon is released in the atmostphere. The high need of local people for forest products and unsustainable management of resources leads to deforestation and forest degradation in quality and quantity. To overcome the high pressure on forestland and respond to international process related to LULUCF, the strategies to include community forest management is an important aspect in the global climate change. Now, there appear to be new opportunities for community forest management to be involved in REDD mechanism. Therefore, the essence of this study is to identify deforested area and develop criteria for identification of suitable areas for reforestation activities based on an evaluation of government policies and regulation one-hand and community requirements on the other hand. The study also try to explore how current community forest management can be adapted so that it fits the requirements of REDD and participating communities can benefit as compensation for their efforts and improvement of their livelihood. Deforested areas resulted from image classification by remote sensing technique showed that during the period 1999-2006, forestland in Gunungkidul Regency decreased as 8841.21 ha (55%), followed by decreasing in cropland 3207.15 ha (3.5%).The accuracy of the landcover classification of 2006 is 73.72%. The significant deforested area can be seen in the South and North West part of the study area. The suitability areas for reforestation have been determined by using SMCE. The suitability maps show that the areas suitable for reforestation are mostly distributed in the Southern part of the study area. The deforested areas that should be given priority also mostly concentrated in the Southern part of the study area. Related to be put inline with REDD requirement, some rules of community forest management have been explored. The main issues to be address are: carbon accounting, emission reduction strategies, carbon ownership and communities’s right.
Kata Kunci : Kabupaten Gunungkidul,Penginderaan jauh,SMCE,Ferorestasi,REDD, Gunungkidul Regency, GIS –Remotesensing, SMCE, Reforestation