Laporkan Masalah

Terapi kognitif perilaku untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial

ASRORI, Adib, Dra. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psi

2009 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Kecemasan sosial adalah tipe gangguan yang banyak terjadi, tetapi diagnosis jarang ditegakkan, sehingga terapi pun jarang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2006 pada sebuah Perguruan Tinggi di Indonesia, ditemukan mahasiswa yang mengalami gangguan kecemasan sosial mencapai angka 22% dan secara umum mereka membutuhkan bantuan atau terapi. Individu yang mengalami kecemasan memiliki pemikiran negatif akan evaluasi orang lain, yang akibatnya menimbulkan kecemasan, sensasi fisik seperti gemetar atau keringat dingin dan perilaku menghindar atau perilaku aman. Salah satu terapi yang telah terbukti efektivitasnya untuk mengatasi kecemasan sosial adalah Terapi Kognitif Perilaku. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana Terapi Kognitif Perilaku dalam menurunkan tingkat kecemasan pada gangguan kecemasan sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang memenuhi kriteria kecemasan sosial. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang lazim digunakan untuk uji efektivitas terapi. Hasilnya menunjukkan bahwa Terapi Kognitif Perilaku dapat menurunkan tingkat kecemasan pada gangguan kecemasan sosial yang dialami oleh kedua subjek, bahkan meningkatkan kepercayaan diri subjek dalam berinteraksi sosial. Pemikiran negatif berhasil direduksi dengan Restrukturisasi Kognitif, sehingga subjek mampu berfikir lebih positif dan rasional. Sensasi tubuh seperti gemetar, keringat dingin, berhasil dihilangkan dengan menerapkan teknik Relaksasi. Relaksasi juga membantu subjek lebih nyaman dan rileks ketika melakukan Exposure, sehingga membuatnya mampu mencari alternatif pemikiran positif dan rasional. Exposure membuat subjek lebih berani dan percaya diri ketika akan menghadapi situasi sosial yang sesungguhnya, sebab dengan exposure subjek membuktikan bahwa yang selama ini dikhawatirkan tidak benar dan berlebihan.

Social Anxiety Disorder is a sort of disorder which commonly occurs in society, but the diagnosis of it is hardly to take, so the therapy is almost never to be given. Based on a research conducted in one university in Indonesia in 2006, 22% of students underwent the social anxiety disorder, and in a common way, they, indeed, needed a hand or more specifically therapy. An individual with anxiety disorder has negative interpretation of other’s evaluation on him/her by which causes anxiety, physical sensations such as trembling or sweating, and does a kind of safety behavior as avoidance reaction. Therapy which its effectiveness has been proved to deal with social anxiety disorder is Cognitive Behavior Therapy. This research investigated how Cognitive Behavior Therapy worked on diminishing the level of anxiety in social anxiety disorder. The subject of the study was college students who were appropriately required for the criteria of social anxiety. The design applied in this research was the case study design which is commonly used to figure out the therapy effectiveness. The result showed that the Cognitive Behavior Therapy could, indeed, reducethe level of in social anxiety disorder underwent by the two subjects of this research, and even it might raise the subjects’ self-confidence to get involved in social interaction with other people in certain social environment. Negative interpretation could be decreased by the Cognitive Restructurization, so the subjects could think in a more positive and rational way than before. Body sensations such as trembling and sweating could be handled by applying a technique of relaxation. Relaxation helped the subjects to be more comfortable and relax as they worked on exposure. Exposure made the subjects braver and more confident as they had to face the real social situation. By having exposure, the subjects had proven that what they had assumed was exactly untrue and hyperbolic.

Kata Kunci : Cognitive behavior therapy,Social anxiety disorder,Case study, Cognitive Behavior Therapy, Social Anxiety Disorder, Case Study


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.