Kearifan Jawa pada usia perkembangan yang berbeda
NUGROHADI, Gratianus Edwi, Prof. Dr. Johana E. Prawitasari
2009 | Tesis | S2 Magister PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antar usia perkembangan, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin serta efek interaksinya terhadap kearifan jawa. Kearifan diukur dengan menggunakan skala yang diadaptasi dari Three-Dimensional Wisdom Scale (3D-WS) karya Monika Ardelt (2003). Skala tersebut memiliki tiga dimensi, yakni: kognitif, reflektif, dan afektif. Subjek penelitian ini adalah orang-orang jawa yang tinggal di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar usia perkembangan, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin terhadap kearifan jawa, tetapi interaksi antar variabel tersebut berbeda signifikan. Dalam pengolahan lebih lanjut dengan berdasar pada efek interaksi dan analisis tiap selnya, hasil penelitian ini menyatakan bahwa masa remaja, masa dewasa, tingkat pendidikan dasar, dan tingkat pendidikan menengah serta interaksi di antara variabel tersebut, di mana dalam interaksinya menyertakan tingkat pendidikan tinggi, berbeda secara signifikan terhadap kearifan yang berdimensi kognitif. Di samping itu, hasil penelitian ini juga menyatakan bahwa interaksi antara masa dewasa dengan tingkat pendidikan dasar; antara masa remaja, jenis kelamin laki- laki, dan tingkat pendidikan dasar; dan antara masa dewasa, jenis kelamin laki- laki, dan tingkat pendidikan dasar berbeda secara signifikan terhadap kearifan yang berdimensi reflektif. Kemudian, usia dan tingkat pendidikan berbeda secara signifikan terhadap kearifan jawa dan masa remaja serta masa dewasa (beserta dengan interaksinya, di mana dalam interaksi itu juga menyertakan tingkat pendidikan tinggi) juga berbeda secara signifikan terhadap kearifan jawa.
This study was aimed to measure the difference inter developmental age, education level, sex differences, and it’s interaction effect on the javanese wisdom. The wisdom was assessed by Three-Dimensional Wisdom Scale (Monika Ardelt, 2003). The scale has three dimensions, that are cognitive, reflective, and affective. The subjects of this research were javanese people who live in Yogyakarta Province. Results of this research showed that there were not any significant differences inter developmental age, educational level, sex differences on the javanese wisdom, but the interaction effect of it’s variables had a significant difference. Next analaysis, based on the interaction effect of it’s variables and cells analysis, showed that there were significant differences at adolescence period, adulthood period, elementary education level, middle education level, and interaction of it’s variables, which involved the higher education level, on the cognitive dimension of wisdom. Besides, results of this research also showed that there were intercation effect between adulthood period with elementary education level, between adolescence period, male-sex, and elementary education level, and between adulthood period, male-sex, and elementary education level on the reflective dimension of wisdom. Then, age and education level had a significant effect on the javanese wisdom. Adolescence period and adulthood period, and it’s interaction effect, which involved higher education level, also had a significant differences on the Javanese wisdom.
Kata Kunci : Kearifan,Kearifan Jawa,Dimensi kognitif kearifan,Dimensi reflektif kearifan,Dimensi afektif kearifan,Usia perkembangan,Tingkat/jenjang pendidikan,Jenis kelamin, wisdom, javanese wisdom, cognitive, reflective, and affective dimension of wisdom, , developme