Transformasi konflik ke damai dengan pendekatan kognisi sosial :: Studi kasus kerusuhan Poso Sulawesi Tengah
USMAN, Nahrudin T, Prof. Dr. Bimo Walgito
2009 | Tesis | S2 Magister PsikologiPenelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui makna proses transformasi konflik ke damai dengan pendekatan kognisi sosial. Penelitian ini berusaha melihat perdamaian dari sudut pandang pimpinan kelompok, LSM dan pemerintah sebagai individu dengan berbagai variabel yang melekat dalam diri pimpinan kelompok. Pimpinan kelompok, LSM dan Pemerintah mempunyai peran dalam penyelesaian konflik, karena itu dengan mengetahui proses penyeleaian konflik ke damai akan memb antu memahami apa yang membuat kelompok yang berkonflik berdamai meskipun konflik membawa mereka dalam derita yang berkepanjangan. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (in-dept interview) untuk mengumpulkan data dari 4 orang responden. Pemilihan responden dengan menggunakan teknik purposivitas dengan karakteristik responden yaitu pimpinan kelompok muslim (Islam) dan non muslim (Kristen), LSM dan pemerintah, berusia antara 40 sampai 70 tahun. Proses analisis dan interpretasi data meliputi memecah, memisahkan atau menguraikan materi penelitian kedalam potonganpotongan, bagian-bagian, elemen-elemen atau unit-unit. Setelah data dipecah, peneliti memilah dan menyaring data untuk memperoleh tipe, kelas sekuen, pola atau gambaran universal yang mewakili responden secara keseluruhan. Validitas hasil penelitian dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kesadaran kelompok yang bertikai untuk merubah sikap dan perilaku menerima perdamaian yang didasari atas keinginan dan kesepakatan bersama (consensual peace) melalui pelembagaan damai untuk menciptakan perdamaian secara mutual, menghargai, toleransi, mempercayai, memaafkan, melupakan dan pengakuan dari semua pihak yang berkonflik, untuk mewujudkan tujuan bersama.
The case study qualitative research was aimed to find out the meaning of conflict transformation by social cognition approach, the study try to see peace from group leader, Non Government Organization (NGO), and government perspective as individual who has various variable which attach to each of them. Since group leaders, NGO and government have important part in conflict resolution, knowing the process of conflict transformation will help us to understand the cause of conflict between each party, which lead them to a never ending sorrow This research used in dept interview to collect data from 4 respondents. They where selecting used purposive technique with respondent characteristic, which are: Muslim leader and non Muslim leader (Christian) leader, NGO, government age between 40 to 70 years old. Analysis process and data interpretation include dividing, separating, and disrupting data into parts, elements or units. Then, we choose data to find type sequence class, pattern or universal description which represent respondent. Triangulation method was use to check validity of data. The result of this research shows indication of group awareness from each party to change attitude and accept peace based on consensual peace through institutionalization of peace, to create mutual peace, to respect, tolerant, trust, forgive, forget and acknowledge from each party.
Kata Kunci : Konflik,Transformasi,Kognisi sosial,Consensual peace, Conflict, transformation, social cognition, consensual peace