Evaluasi program aksi desa mandiri pangan di Kabupaten Bantul
ZUCHAINAH, Siti, Dr. Samodra Wibawa
2009 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikKetahanan pangan secara nasional merupakan salah satu pilar utama dalam menopang ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional yang berkelanjutan. Kemandirian pangan di tingkat rumah tangga perlu mendapat perhatian, karena kemandirian pangan rumah tangga merupakan fondasi kemandirian pangan wilayah dan nasional. Kebijakan ketahanan pangan diarahkan guna mewujudkan kemandirian pangan, menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang pada tingkat rumah tangga, daerah, nasional sepanjang waktu dan merata melalui pemanfaatan sumberdaya lokal. Salah satu intervensi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan adalah melalui Program Aksi Desa Mandiri Pangan dengan fasilitasi pendampingan/penyuluhan, bimbingan usaha dan pemberian dana Penguatan Modal Usaha Kelompok. Program ini merupakan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat miskin di daerah rawan pangan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Program Aksi Desa Mandiri Pangan dalam menanggulangi kejadian rawan pangan di Kabupaten Bantul dan mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan efektifitas implementasi program. Efektivitas pelaksanaan program diukur menggunakan indikator output dan outcome. Indikator output didasarkan pada pencapaian program terhadap target yang telah ditentukan oleh Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian RI. Sedangkan indikator outcome didasarkan pada peningkatan kesejahteraan (fisik) dan kemajuan kapasitas manusia yang ditunjukkan melalui perkembangan pola pikir yang positif (nonfisik). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap informasi yang berkaitan dengan output dan outcome program. Program Aksi Desa Mandiri Pangan Kabupaten Bantul dilaksanakan pada dua desa rawan pangan yaitu di Desa Muntuk Kecamatan Dlingo dan Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada keberadaan program sebagai pilot project penanggulangan rawan pangan khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah hasil observasi di lapangan, wawancara mendalam (dept interview), kuesioner dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Aksi Desa Mandiri Pangan yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul dikatakan efektif karena berdasarkan analisis indikator output telah sesuai dengan target dan sasaran yang ditentukan. Pada indikator outcome telah terjadi kemajuan tingkat penghidupan dan kemajuan pola pikir masyarakat sasaran. Program Aksi Desa Mandiri Pangan berhasil meningkatkan status ketahanan pangan masyarakat, namun belum dapat secara efektif menurunkan kejadian rawan pangan/kemiskinan. Kondisi demikian dikarenakan adanya perbedaan kapasitas dasar (endowment factor) masyarakat dan partisipasi masyarakat sasaran.
National food security is one of the main pillars supporting economic resilience and sustainable national resilience. Food self-sufficiency at the household level to get attention, because the household food self-sufficiency is the foundation of food self-sufficiency and national territory. Food security policy aimed to achieve food self-sufficiency, ensure food availability and consumption of adequate, safe, quality, and nutritionally balanced at the household level, regional, national and evenly over time through the utilization of local resources. One of the government intervention in achieving food security is through the Program of Action Village Independent Food with facilitation assistance / counseling, business assistance and funding Strengthening Business Capital Group. This program is an activity that directly reach the poor in food-insecure areas. This study aimed to determine the effectiveness of the Program Desa Mandiri Pangan Action in tackling food insecurity incidents in Bantul and determine the factors that can increase the effectiveness of the program implementation. The effectiveness of the program is measured using output and outcome indicators. Indicators of output is based on the achievement of the target program which has been determined by the Food Security Department of Agriculture. While outcome indicator is based on increased welfare (physical) and the progress of human capacity through the development indicated a positive mindset (nonphysical). Research method used was a descriptive qualitative approach to reveal information relating to the program output and outcome. Independent Program Desa Mandiri Pangan Action of Bantul District conducted in two villages namely food insecurity in Sub Dlingo Muntuk Village and Village Selopamioro Imogiri district. Site selection is based on the existence of the research program as a pilot project handling food insecurity in the region of Yogyakarta Special Region. The data used to support this research is the observation in the field, in-depth interviews, questionnaires and documents related to the research. The results showed that the Program Desa Mandiri Pangan Action held in Bantul regency is effective because the analysis based on output indicators in accordance with specified targets. At outcome indicators has been progress and improvement of living level mindset target communities. Program Desa Mandiri Pangan Action managed to increase the level of living and positive thinking people, but yet can effectively reduce food insecurity events / poverty. These conditions due to differences in the basic capacity (endowment factor) participation community and target communities.
Kata Kunci : Efektivitas program,Desa mandiri pangan,Indikator output,Indikator outcome, effectiveness of the program, Desa Mandiri Pangan, output indicators, outcome indicator