Laporkan Masalah

Pengelolaan retribusi daerah Kabupaten Pasaman dalam meningkatkan pendapatan asli daerah

FEKRI, Aan Doni, Dr. Gabriel Lele

2009 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Tujuan otonomi daerah pada dasarnya adalah memberdayakan segenap potensi yang dimiliki daerah dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan daerah. Pemberdayaan potensi daerah akan diperoleh sumber pendanaan terhadap pelayanan dan pembangunan daerah, salah satu sumber pendapatan tersebut adalah retribusi daerah. Retribusi daerah merupakan pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan yang terbagi dalam tiga jenis yaitu jasa umum, jasa usaha dan perijinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kabupaten Pasaman mengelola retribusi daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilihat dari kontribusi, pertumbuhan, efektifitas dan mengidentifikasi jenis-jenis retribusi daerah serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan retribusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisa kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi retribusi terhadap PAD rata-rata sebesar 25% pertahun. Pertumbuhan retribusi selalu fluktuatif bahkan tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 1,14%, padahal tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 44,35% dan 7,7% pada tahun 2007. Begitu juga dengan efektifitas pengelolaan retribusi daerah yang dicapai bervariasi setiap tahunnya, tertinggi sebesar 115,46% tahun 2004 dan terendah tahun 2007 sebesar 75,61%. Hasil identifikasi terhadap retribusi menunjukkan masih banyak retribusi yang tergolong berkembang dan terbelakang, sedangkan retribusi yang tergolong prima berjumlah 4 jenis retribusi dan yang potensial untuk ditingkatkan sebanyak 7 jenis retribusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan retribusi dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal organisasi. Faktor internal yaitu sumber daya manusia yang terbatas secara kuantitas maupun kualitas sehingga mempengaruhi pengukuran estimasi penerimaan retribusi, sistem dan prosedur pemungutan dan kejelasan peraturan daerah yang mengatur retribusi, serta sistem kelembagaan yang belum mengarah pada upaya peningkatan pendapatan daerah terutama dari sektor retribusi. Faktor eksternal yang mempengaruhi antara lain: lemahnya penegakan hukum, kesadaran wajib rertribusi yang masih lemah, kondisi politik daerah dan masih kurangnya infrastruktur dan anggaran dalam pengelolaan retribusi daerah itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Pemerintah Daerah untuk meningkatkan PAD dengan melakukan kajian yang komprehensif terhadap sumber pendapatan daerah, mengantisipasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan daerah, menggali potensi sumber pendapatan daerah yang potensial dan meningkatkan penerimaan dari sumber pendapatan yang masih berkembang dan terbelakang.

The aims of territory autonomy in principle are empowering all potency of the region and people living there to realize prosperity and development of this region. Through empowering regional potency will be obtained financial soerce of service and development of the region, one of those resources is local assessment. Local assessment is local fee collection as payment for servis or certain permission especially provided and/or given by local gevernment for personal or institution interest which divided into public services, business services and permission. This research aims ti know how pasaman regency manage its local assessment to improve original regional income (PAD) perceived from contribution, growth, effectiveness and identify types of local assessment and also find out factors that influence assessment managenemt. This research is descriptive research with quantitative and qualitative analysis. Data is collecting through interview, documentation and observation. Result of this research shows that contribution of local assessment to PAD 25% per year in average. Growth of assessment is always fluctuate, in 2008 decreased up to 1.14% whereas in 2006 increased 44.35% and 7.7% in 2007. Effectiveness of local assessment menagement obtained in every year also varies, the highest is 115.46% obtained in 2004 and the lowest is 75.61% obtained in 2007. Result of identification to assessment shows that many assessments classified as develop and underdeveloped, assessment shows that classified as excellent are 4 assessment and 7 others classified as potential to be improved. Factors that influence management assessment can be classified into external and internal of the organization. Internal factor are human resources that limited in quantity and quality so that affect measurement of estimation of assessment received, system, collecting procedure and clearness of local regulation that regulate assessment, and also organizational system which didn’t direct toward effort of local income improvement especially from assessment sector. External factor that influence management assessment are: weakness of low constructing, weak awareness of assessment, local politic situation, insufficient infrastructure and budget in managing those assessments. As the result showed, we suggested to local government to improve PAD through carry out comprehensive learning to the local income resources, anticipate influenced factors of local income, excavate potency of local income resources, and improve income from income resource that still developed and underdeveloped.

Kata Kunci : Retribusi daerah,Pendapatan asli daerah,Kabupaten Pasaman,Local assessment, original regional income, Pasaman Regency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.