Manajemen aset tetap tanah dan bangunan milik Pemerintah Daerah :: Studi di Kabupaten Aceh Barat
NA, Nyak, Drs. Wakhid Slamet Ciptono, MBA., MPM
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen aset tanah dan bangunan dengan cara mengukur tingkat kepentingan (importance) dan kualitas kinerja (performance) dari faktor-faktor penting manajemen aset yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2009 dalam mengelola aset daerah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 72 responden. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance-Performance Analysis, yaitu untuk mengukur tingkat kepentingan dan kinerja pelaksanaan faktor kunci manajemen aset tanah dan bangunan (Martilla dan James, 1977). Uji Kruskal-Wallis, yaitu untuk menganalisis persepsi antar level manajamen terhadap tingkat kepentingan dan tingkat kinerja faktor-faktor kunci manajemen aset tanah dan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan variabel pendaftaran (sertifikasi) terhadap aset tanah memiliki tingkat kepentingan tertinggi dengan nilai rerata sebesar 4,375 dengan angka modus 5 (sangat penting). Variabel yang memiliki tingkat kepetingan pada urutan penting adalah keterlibatan pihak ketiga (swasta) dan masyarakat (kemitraan) dalam pemanfaatan aset tanah dan bangunan dengan nilai rerata sebesar 3,611 dengan angka modus 4 (penting). Hasil lain menunjukkan bahwa tingkat kinerja tertinggi yaitu variabel dalam realisasi pengadaan aset tana h dan bangunan sudah dilakukan pemeriksaan oleh panitia pemeriksaan barang dan jasa pemerintah daerah dengan nilai rerata sebesar 3,763 dan angka modus 4 (baik). Variabel profesionalisme sumberdaya manusia dalam mengelola dan memanfaatkan aset tanah dan bangunan menunjukkan kualitas kinerja terendah dengan nilai rerata sebesar 2,986 dengan angka modus 3 (kurang ). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa untuk tingkat kepentingan (importance) tidak terdapat perbedaan persepsi antara manajemen atas dengan manajemen menengah dan bawah terhadap penerapan faktor-faktor penting manajemen aset tanah dan bangunan. Untuk tingkat kinerja (performance) terdapat perbedaan persepsi antar level manajemen dalam melaksanakan faktor- faktor penting manajemen aset tanah dan bangunan.
This study aims to analyze the application of asset management of land and buildings by measuring the level of interest (importance) and the quality of performance the important factors that asset management has been implemented by the Government of West Aceh Regency in 2009 to manage regional assets. This research used purposive sampling technique with a sample of 72 respondents. Variables used in this study is refe rred to the Rules in Domestic Ministry Role No. 17 of 2007 on Technical Guidelines for Regional Property Management. Analysis tools used in this study is the Importance-Performance Analysis, which is to measure the level of interest and the performance of the asset management of key factors of land and buildings (Martilla and James, 1977). Kruskal-Wallis test, which is to analyze the inter-level perception manajamen of interest rates and the performance level of the key factors of asset management of land and buildings. The results showed variable registration (certification) of land assets have the highest interest rate with the average value of 4.375 with a mode number 5 (very important). Variables that have high levels of sequence kepetingan important is the involvement of a third party (private) and community (partnerships) in the use of land and building assets with the average value of 3.611 with a mode number 4 (important). Other results showed that the highest levels of performance variables in the realization of the asset acquisition of land and building inspection was conducted by a committee of inspection of goods and services by local governments for the average value of 3.763 and mode number 4 (good). Variable professionalism of human resources in managing and utilizing the land and building assets to show the quality of performance with the lowest average value of 2.986 with a mode number 3 (less). Kruskal-Wallis test showed that for the level of interest (importance) there is no difference between management's perception of the middle and lower management of the implementation of important factors asset management of land and buildings. For the level of performance (performance) there are differences in perception between levels of management in implementing the important factors of land and asset management of buildings.
Kata Kunci : Manajemen aset, tanah dan bangunan, Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat, asset management, land and buildings, the Local Government of West Aceh Regency