Pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan terhadap pengeluaran pemerintah untuk belanja publik :: Studi pada Pemda Se-D.I Yogyakarta, 2004-2007
PUTRA, Jaya Wardana A, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanOtonomi daerah dan desentralisai fiskal selama ini telah mampu meningkatkan penerimaan daerah khususnya dari sisi pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang selanjutnya berpengaruh pada peningkatan pengeluaran pemerintah daerah, baik yang dialokasikan untuk belanja aparatur daerah maupun untuk belanja publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan, serta untuk melihat variabel apakah yang paling besar pengaruhnya terhadap pengeluaran pemerintah khususnya untuk belanja publik pemda se- D.I. Yogyakarta, 2004-2007. Data yang digunakan adalah data sekunder dari 6 pemda se- D.I. Yogyakarta, 2004-2007, dengan alat analisis regresi data panel Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan secara bersama-sama variabel pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan berpengaruh positif terhadap pengeluaran pemerintah untuk belanja publik dan variabel pendapatan asli daerah dengan koefisien regresi 0,496 adalah variabel independen yang paling besar pengaruhnya terhadap pengeluaran pemerintah untuk belanja publik. Dana perimbangan meskipun kontribusinya terhadap penerimaan daerah sangat besar, namun dalam penelitian ini dengan koefisien regresi sebesar 0,335 pengaruhnya lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan asli daerah. Hal ini disebabkan dana perimbangan pada umumnya dialokasikan untuk belanja pegawai aparatur daerah. Sedangkan lain-lain pendapatan tidak terlalu berpengaruh. Hasil lain menunjukkan anggaran belanja publik yang dialokasikan untuk belanja modal yaitu hanya sekitar 19,15 persen s.d 35,49 persen dari total belanja publik. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk lebih mengoptimalkan penerimaan pendapatan asli daerah terutama penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah yang sudah menunjukkan kontribusi yang besar terhadap PAD, selain itu agar dapat mendorong peningkatan yang lebih tinggi lagi untuk penerimaan laba BUMD yang selama ini kontribusinya masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 3,31 persen s.d 13,05 persen. Hal lain adalah agar pada pengalokasian anggaran untuk belanja publik di masa yang akan datang dapat lebih banyak lagi anggaran yang dialokasikan untuk belanja modal.
Local autonomy and fiscal decentralization have been able to increase local income, especially local original receips, balancing funds, and other incomes that had in turn significant impact on the increase in local governments’ public expenditure and personnel expenditure. This research aims at analyzing the impact of the variable of local original receips, balancing funds, and other incomes on government’s expenditure, especially the public expenditure of the local governments in the Special District of Yogyakarta in the period of 2004- 2007. The data used in the study was secondary one that was obtained from 6 local governments in the Special District of Yogyakarta in the period of 2004- 2007. It was analysed using panel data regression technique with random effect model. The results of the study showed that the variables of the local original receips, the balancing funds, and other incomes had collectively a positive impact on the government’s public expenditure and the variable of the local original receips with the regression coefficient of 0.496 was considered to be one with the most significant impact on the government’s public expenditure. Meanwhile, though the balancing funds made a big contribution to the local income with the regression coefficient of 0.335, it had a less significant impact than the local original receips. It happened because the fund was allocated to the local personnel expenditure. The other incomes had only the least significant impact. It was also indicated that the public expenditure comprised the capital expenditure, which was 19.15% to 35.49% of the total public expenditure. Based on the results of the study, it was recommended that the local government optimized the local original receips, especially from the local tax and retribution that have contributed the most to the local original receips. Additionally, the local government should increase the income resulting from the local government enterprise profit that have not contributed significantly to the local original receips, which was only 3.31% to 13.05%. It was also recommended that the allocation of the local budget to capital expenditure should be significantly incresed.
Kata Kunci : Otonomi Daerah, Desentralisasi Fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Lain-lain Pendapatan, dan Belanja Publik, Local Autonomy, Fiscal Decentralization, Local Original Receips, Balancing Funds, Other Incomes, and Public Expenditure