Pengaruh Terminal Bus Condong Catur pada nilai rumah di sekitarnya :: Studi di Kabupaten Sleman, tahun 2009
ROYANI, Prof. Dr. Iswardono S. Permono, M.A
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanTeori ekonomika perkotaan menjelaskan bahwa aksesibilitas yang dikembangkan melalui pembangunan sarana transportasi, seperti terminal bus, potential mendorong kenaikan nilai lahan di sekitarnya. Sejumlah penelitian mengenai pengaruh keberadaan sarana transportasi pada nilai properti telah dilakukan, tetapi menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Di dalam negeri telah dilakukan penelitian sejenis akan tetapi masih sebatas pengaruh keberadaan terminal bus pada nilai tanah di sekitarnya dan belum ada yang meneliti pengaruhnya pada nilai rumah di sekitarnya. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, menganalisis pengaruh Terminal Bus Condong Catur pada nilai rumah di sekitarnya, yaitu dengan membandingkan antara nilai rumah yang berlokasi di sekitar Terminal Bus Condong Catur sebagai subject area dengan nilai rumah di daerah yang tidak terkena pengaruh langsung keberadaan terminal bus sebagai control area. Kedua, menganalisis pengaruh jarak ke terminal bus, kualitas bangunan, luas bangunan, dan jarak ke pusat bisnis. Alat analisis berupa uji beda dua rata-rata dan analisis regresi berganda dengan model log-lin digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata rumah di subject area lebih tinggi, daripada nilai rata-rata rumah di control area. Nilai rumah secara signifikan dipengaruhi oleh jarak ke terminal bus, kualitas bangunan, luas bangunan, dan jarak ke pusat bisnis. Nilai rumah akan turun sebesar 0,0441 persen untuk setiap tambahan jarak 1 meter dari Terminal Bus Condong Catur. Rumah dengan kualitas bangunan bagus, nilainya lebih tinggi sebesar 49,84 persen dibandingkan dengan rumah yang kualitas bangunannya tidak bagus. Setiap tambahan 1 meter persegi luas bangunan akan meningkatkan nilai rumah sebesar 0,8211 persen. Terakhir, nilai rumah akan turun sebesar 0,0361 persen untuk setiap tambahan jarak 1 meter dari pusat bisnis.
Urban economics theory suggests that improved accessibility through transportation investments, like bus station, have the potential to drive up the bids for lands. A number of studies have investigated the impact of transportation facility on surrounding property value, but produced mixed results. In Indonesia, it has done similar research, but was limited to the impact of the presence of bus station on surrounding land value and no one has examined its impact on surrounding house value. The research has two goals. First, to analyze the impact of Condong Catur Bus Station on surrounding house value by comparing the value of houses located around it as a subject area with those did not benefited directly from the presence of bus station as a control area. Second, to analyzed the impact of distance to the bus station, building quality, building size, and distance to the central business district on house value. Comparison of the mean values and multiple regression analysis with log lin model are used to achieve those goals. The result shows that the average value of house in the subject area is higher than those in the control area. The value of house significantly impacted by distance to the bus station, quality of building, building size, and distance to the central business district. Value of house will decrease of 0,0441 percent for every additional 1 meter from Condong Catur Bus Station. The house which has good building quality is higher of 49,84 percent than the bad one. Every additional 1 square meter of building size will increase house value of 0,8211 percent. Finally, value of house will decrease of 0,0361 percent for every additional 1 meter from the central business district.
Kata Kunci : Nilai rumah,Terminal bus,Aksesibilitas,house value,bus station,accessibility.