Pengaruh faktor lokasi dalam estimasi nilai properti residensial :: Studi pada Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul tahun 2007-2009
HANIFAH, Abu, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si
2009 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lokasi dan faktor-faktor fisik lainnya terhadap nilai properti residensial di Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Penelitian ini penting karena adanya keterbatasan dan proses yang kompleks dalam mengukur pengaruh faktor lokasi menyebabkan ketidakakuratan dalam estimasi nilai properti residensial. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi majemuk digabungkan dengan Sistem Informasi Geografi untuk menghasilkan nilai lokasi permukaan berbasis residual (LVRS). Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai properti, sedangkan variabel bebasnya adalah luas tanah, luas bangunan, umur bangunan, faktor lokasi (LVRS), dan variabel boneka (jenis atap, kondisi bangunan, dan jenis konstruksi bangunan). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang didasarkan pada Laporan Bulanan Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Wilayah Kerja Kabupaten Bantul pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP Pratama) Bantul periode 1 Januari 2007 sampai dengan 30 Juni 2009. Populasi sampling berjumlah 70 observasi. Metode atau teknik penarikan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel secara acak proporsional. Hasil penelitian dengan menggunakan kriteria ekonomika, statistika, dan ekonometrika menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas berpengaruh terhadap nilai properti residensial. Variabel luas tanah, luas bangunan, faktor lokasi, jenis atap, kondisi bangunan, dan jenis konstruksi bangunan berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, umur bangunan berpengaruh negatif dan signifikan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa LVRS memberikan gambaran spasial secara jelas pengaruh faktor lokasi pada wilayah penelitian.
This research aims to analyze the impact of location factors and other physical factors on residential value in Banguntapan Village, Banguntapan Subdistrict, Bantul Regency. This research is important because the limitation and highly complex process of discrete measurement of location can seriously threaten the accuracy of residential value estimation. Analysis methods applied are multiple regression analysis (MRA) and Geographical Information System to generate Location Value Residual Surface (LVRS). The dependent variable in this research is residential value and independent variables are land size, building size, building age, location factor (LVRS), and dummy variables (building’s quality, type of building’s roof and building’s construction). Primary and secondary data used in this research are taken from the Monthly Report of the Banguntapan’s Notary during January 1st 2007 until June 30th 2009. The population sampling covers 70 observations which have been pulled from the population by generating a proportionate random sampling method. The results from analysis using economic, statistic, and econometric criteria indicate that all of independent variables give influence significantly to residential value. Variable land size, building size, location factor (LVRS), and dummy variables (building’s quality, type of building’s roof and building’s construction) give a positive influence significantly to residential value. On the other hand, building age give a negative influence significantly to residential value. This research also shows us that the LVRS has allowed a clearer spatial visual picture of the location influence to be captured in the study area.
Kata Kunci : Faktor lokasi,Nilai properti residensial,LVRS, location factors, residential property values, LVRSlocation factors, residential property values, LVRS